Adakah Vitamin B12 pada Sayuran dan Buah?


Kandungan vitamin B12 pada makanan banyak terdapat terutama pada sumber hewani. Dan hanya sedikit dari sumber sayuran dan buah yang mengandung vitamin B12. Kalaupun ada, sayuran dan buah itu bukan merupakan sayuran yang langsung bisa dikonsumsi sebagaimana sayuran dan buah pada umumnya.

Vitamin B12 terbentuk dengan bantuan mikroba. Yaitu bakteri yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang mana vitamin B12 ini mengandung kobalt. Sehingga nama kimianya adalah kobalamin. Tentu manusia membutuhkan kobalt. Yang mana kobalt ini berasimilasi dalam bentuk vitamin B12. Karena itulah hewan lebih banyak mengandung vitamin B12 karena berhubungan langsung dengan aktivitas mikroba ini dibandingkan pada tanaman. Jadi sumber hewani memang banyak mengandung vitamin B12.

Sayuran dan Buah yang Mengandung Vitamin B12

Lalu adakah sayuran dan buah yang mengandung vitamin B12? Seperti dijelaskan diatas, vitamin B12 hanya terdapat pada hewan, namun terdapat pula beberapa tanaman yang hidup di air atau makanan berfermentasi. Tanaman air itu antara lain rumput laut, ganggang hijau-biru, dan ragi. Sedangkan makanan berfermentasi adalah tempe, tahu atau miso yaitu olahan dari kacang kedelai. Untuk vegetarian pemenuhan vitamin B12 ini bisa diatasi dengan sayuran ini. (makanan ini khas Negara Asia timur dan tenggara, terutama di Indoensia kita akan banyak menemukan tempe dan tahu).  Bagaimana dengan buah? Tidak ada catatan khusus buah-buahan mengandung vitamin B12. Oleh karena itu pemenuhan vitamin B12 baiknya dengan sumber makanan hewani atau sayuran yang telah disebutkan.

Makanan yang Kaya Vitamin B12

Lalu apa saja makanan yang mengandung vitamin B12? Terutama yang paling banyak bisa diurutkan menjadi sepuluh sumber makanan paling banyak mengandung vitamin B12. Seperti kerang, remis, tiram. Hewan ini adalah hewan yang hidup di air. Bisa di air tawar atau di air asin. Untuk kandungan vitaminnya dalam 100 gram berkisar antara 80 mcg sampai 100 mcg. Kedua adalah daging hati. Seperti daging hati domba, daging hati sapi, daging rusa, daging hati kalkun, daging hati bebek dan angsa. Untuk daging hati domba mengandung 85,7 mcg vitamin B12.

Ketiga yaitu telur ikan. Sangat jarang telur ikan menjadi konsumsi makanan orang Indonesia. biasanya terdapat pada tangkapan ikan yang sedang hamil telur ikan yaitu ikan betina. Namun sangat jarang ditemui. Dalam takaran 100 gram saja mengandung vitamin B12 sebanyak 56,4 mcg. Gurita juga mengandung vitamin B12. Ukurannya memang lebih besar daripada cumi-cumi. Gurita 100 gram sendiri mengandung vitamin B12 sebanyak 30,6 mcg. Lalu ada ikan air dingin atau atlantik yang mengandung vitamin B12 seperti ikan cod, ikan salmon dan ikan hering. Begitu juga kepiting dan lobster dimana mengandung vitamin B12 sebanyak 11,5 mcg dengan takaran 100 gram. Lalu ada keju yang beragam jenisnya juga mengandung vitamin B12. Kemudian juga telur yang kita konsumsi sehari-hari mengandung vitamin B12. Vitamin B12 pada telur 100 gram adalah 1,95 mcg. Begitu banyak sumber hewani ini memudahkan Anda mengkonsumsi vitamin B12 dari beragam jenis makanan.

Manfaat Vitamin B12

Vitamin B12 juga mengandung banyak manfaat. Ada lima manfaat penting yang setidaknya harus Anda ketahui tentang vitamin B12 ini. Pertama, mengubah karbohidrat menjadi glukosa yang akan dikonversikan menjadi energi. Hal ini akan mencegah tubuh dari rasa lemas dan lelah. Kedua, menjaga kesehatan sistem syaraf pada otak dan mampu mencegah depresi, stress, dan gangguan mental lainnya. Ketiga, menjaga sistem pencernaan agar tetap sehat untuk dapat menyerap nutrisi makanan. Keempat, mencegah dari serangan penyakit jantung, stroke, serta tekanan darah tinggi. Karena vitamin B12 dapat menurunkan kadar kolesterol yang tidak sehat. Kelima vitamin B12 mampu melindungi tubuh dari kanker. Seperti kanker payudara, kanker prostat dan kanker usus. Begitu banyak manfaat vitamin B12, berarti Anda perlu untuk memenuhi kebutuhan vitamin B12 ini setiap hari.

Akibat Kekurangan Vitamin B12

Lalu jika tubuh kekurangan vitamin B12 pun akan mengalami masalah dan dampaknya sebagai berikut. Anemia pernisiosa adalah salah satu akibat kekurangan vitamin B12. Lalu ada anemia megaloblastik yang juga merupakan akibat dari kekurangan vitamin B12. Lalu ada gastrointestinal yang diakibatkan kekurangan vitamin B12 dan berdampak pada repiklasi sintesis DNA. Lalu gejala masalah neurologis atau gangguan tubuh yang menyerang indra tubuh dan saraf motorik tubuh. Masalah neurologis akan berakibat pada gejala demensia dan gejala kejiwaan lainnya. Masalah pada seseorang akibat kekurangan vitamin B12 biasanya bukan karena kurang mengkonsumsi vitamin B12. Dari daging walaupun banyak mengandung vitamin B12, tubuh tidak bisa menyerap semua vitamin B12. Sehingga perlu diseimbangkan dengan suplemen atau sayuran yang mengandung vitamin B12. Karena konsumsi berlebihan daging juga bermasalah pada tingginya kolesterol, penimbunan lemak, dan masalah lainnya.

Untuk itu, kenalilah sumber-sumber vitamin B12 yang Anda konsumsi. Hal itu membantu Anda dalam memilih makanan yang tepat, serta memilih cara yang tepat agar kebutuhan vitamin B12 Anda tetap terpenuhi.

Back to Top