Akibat Kekurangan Vitamin B2 dan Cara Pencegahannya


Kekurangan vitamin B2 juga ada penyakit yang ditimbulkannya. Pada artikel ini, anda akan dijelaskan akibat apa saja yang disebabkan seseorang kekurangan vitamin B2. Sebabnya biasanya dikarenakan prilaku kebiasaan buruknya seseorang. Seperti peminum alkohol, dan orang yang sangat jarang mengkonsumsi susu, daging, ikan maupun unggas. Walau sangat jarang terjadi, tapi tetap saja anda harus mewaspadai kemungkinan terburuk dari kekurangan konsumsi vitamin B2 ini.

Penyakit Akibat Defisiensi Riboflavin (Vitamin B2)

Penyakit yang ditimbulkan adalah cheilosis (bibir meradang), stomatitis angular (sudut mulut pecah), glossitis (lidah licin berwarna keunguan), dan bisa mengakibatkan bayi lahir sumbing dan gangguan pertumbuhan. Penyakit yang akan dibahas pertama kali adalah cheilosis dan stomatitis angular.

Penyakit pada bibir ini memang menyakitkan dan mengganggu karena saat membuka mulut untuk makan atau minum, radang dan luka pecah-pecah ini akan dirasa perih. Sebabnya sebenarnya tidak hanya kekurangan vitamin B2. Bisa karena bakteri, virus, jamur, memakai gigi tiruan, penggunaan kosmetik bagi wanita, sampai pada orang penderita HIV. Sedangkan stomatitis angular mirip seperti penyakit sebelumnya. Dimana adanya peradangan pada pojok-pojok mulut. Sebab lainnya juga karena adanya penumpukan air liur dan terkadang adanya ragi sebagai hasil infeksi jamur pada rongga mulut. Bahkan bisul kecil juga bisa memicu timbulnya penyakit ini.

Kemudian penyakit akibat kekurangan vitamin B2 selanjutnya adalah glossitis. Ternyata penyakit pada lidah ini bisa terjadi dari akut sampai kronis. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja dengan usia berapa saja. Karena saat tubuh kekurangan vitamin B2, dampaknya pada lidah dan bagian mulut ini menjadi peradangan. Jika anda melihat pada cermin ada bentuk lain pada lidah yang tidak biasa, bisa jadi anda sedang terserang glossitis. Karena penyakit ini menyerang lebih banyak laki-laki daripada perempuan. Iritasi lokal juga menjadi pemicu bentuk lidah ini menjadi keungu-unguan, seperti mengkonsumsi rokok dan alkohol, makanan pedas atau panas, ataupun alergi terhadap obat kumur dan sejenisnya. Memang benar jika glossitis ini terjadi akibat kekurangan vitamin B2. Namun jika pemberian vitamin B2 sudah dilakukan belum membuahkan hasil, perlu adanya tindakan lanjut oleh dokter.

Penglihatan pun dapat menjadi kabur akibat kekurangan vitamin B2 ini. Penyakit mata seperti katarak dan keratitis juga akan diderita pada mereka yang kekurangan konsumsi vitamin B2. Keratitis misalnya, penyakit ini terjadi akibat peradangan pada kornea, yaitu suatu membran transparan yang menyelimuti bagian warna pada mata dan pupil. Sebabnya banyak selain vitamin B2 yang kurang dikonsumsi. Misalnya akibat penyakit herpes simplex, bakteri, virus, akibat debu, kosmetik, mata terkena benda asing, dan lainnya.

Pada keratitis, pasien sering timbul rasa sakit yang berat oleh karena kornea bergesekan dengan palpebra, kornea berfungsi sebagai media refraksi sinar  yang merupakan pembiasan sinar yang masuk ke mata, maka lesi padakornea umumnya akan mengaburkan penglihatan apabila lesi terletak sentral dari kornea. Penderita juga mengeluhkan perasaan adanya benda asing, keluar airmata yang berlebihan, penurunan tajam penglihatan, radang pada kelopak mata (bengkak), mata merah, dan sensitif terhadap cahaya (fotofobi).

Bayi lahir sumbing dan gangguan pertumbuhan juga dapat terjadi akibat kekurangan vitamin B2. Kurangnya sang ibu dalam konsumsi makanan bergizi menyebabkan sang anak mengalami kecacatan sejak lahir. Banyak ibu yang mengandalkan suplemen vitamin karena merasa malas atau tidak ada nafsu makan untuk makanan bergizi seperti sayuran dan buah. Sehingga konsumsi vitamin yang dibutuhkan tidak tercukupi. Kalaupun tercukupi karena menggunakan vitamin suplemen mengakibatkan dampak buruk pada anak juga yaitu kecatatan akibat kelebihan vitamin pada tubuhnya. Seimbangkan dengan asupan gizi yang sehat. Suplemen dianjurkan tapi tidak untuk konsumsi jangka panjang. Sehingga anak bisa terhindar dari lahir cacat bibir sumbing.

Pencegahan dan Pengobatan Ariboflavinosis (Kekurangan Vitamin B2)

Pencegahan dan pengobatan ariboflavinosis dapat dilakukan dengan mengkonsumsi makanan seperti susu, telur, sayur mayur dan daging (ikan dan unggas). Jika tubuh sudah sangat kekurangan vitamin B2 dengan ditandainya tubuh mengalami penyakit diatas, ada baiknya untuk dibawa ke rumah sakit. Karena biasanya penanganan cepat dilakukan adalah operasi (untuk penyakit mata seperti katarak) kemudian diberikan vitamin B2 sebagai pemulihan diri.

Untuk konsumsi sehari-hari diperlukan 0,6 mg jumlah vitamin B2 untuk bayi. Sedangkan 1-2 mg untuk anak-anak dan 2-3 mg untuk dewasa. Jika mengalami penyakit diatas, vitamin B2 bisa diberikan 10 mg/hari untuk beberapa minggu ke depan.

Untuk pemenuhan kebutuhan vitamin B2 ini tidaklah sulit sebenarnya. Karena jika mengkonsumsi makanan sehari-hari 4 sehat 5 sempurna kebutuhan vitamin harian kita secara lengkap sudah terpenuhi. Perlunya pembiasaan diri untuk makan makanan sehat sejak kecil. Kadang orang dewasa yang terserang penyakit defisiensi vitamin B2 karena memang kebiasaan mengkonsumsi makanan sehat juga jarang. Sehingga defisiensi vitamin B2 juga terjadi pada orang dewasa. Kesibukan kerja, bisnis, dan rutinitas lain juga menjadi sebab mengkonsumsi makanan sehat tidak lagi rutin.

Jangan sampai konsumsi makanan sehat harian tidak tercukupi kemudian konsumsi suplemen vitamin pun juga tidak. Seimbangkanlah asupan vitamin anda agar anda terhindar jauh dari penyakit apapun akibat kekurangan vitamin B2.

Back to Top