Akibat Kekurangan Vitamin B3


Defisiensi vitamin B3 dimungkinkan terjadi pada Anda. Jika asupan berupa kandungan makanan yang mengandung vitamin B3 tidak dipenuhi secara harian, maka dampak atau efek dari gejala kekurangan vitamin B3 akan Anda alami. Walaupun tidak seperti di jaman-jaman era 1800-1900an dimana baik sumber makanan bervitamin B3 ataupun sintesa suplemen sulit dicari. Dijaman sekarang yang segalanya mudah untuk ditemukan, maka penuhilah konsumsi vitamin agar tubuh tidak terkena dampak dari defisiensi vitamin B3. Artikel ini akan membahas tentang akibat defisiensi atau kekurangan vitamin B3.

Gejala Kekurangan Vitamin B3

Gejalanya pada pertama kali bagi mereka yang kekurangan asupan vitamin B3 adalah kurangnya nafsu makan. Ini bisa dibedakan menjadi gejala yang ringan dan gejala yang berat. Gejala seperti lidah kering berlapis, pusing, gula darah rendah, hingga sakit kepala atau migrain merupakan gejala ringan. Sedangkan untuk gejala berat mengakibatkan gejala kelainan psikologis seperti pelupa, kegugupan sampai pellagra dan neurasthenia. Gejala lain yang akan dibahas lebih lanjut adalah kolesterol tinggi, lesi kulit, diare, kebingungan mental, dan insomnia.

Kolesterol Tinggi

Kolesterol tinggi terjadi pada seseorang yang terlalu sering makan makanan berlemak. Kolesterol sendiri dibedakan menjadi dua yaitu kolesterol HDL (kolesterol baik) dan kolesterol LDL (kolesterol jahat). Kolesterol LDL lah yang menyebabkan berbagai macam penyakit didalam tubuh. Kemudian vitamin B3 adalah yang menjaga agar kolesterol tetap normal. Fungsi tepatnya agar menurunkan kadar LDL dan meningkatkan kadar HDL pada tubuh. Dimana LDL ini dapat menyumbat arteri pembuluh darah, sedangkan HDL bersifat membersihkan arteri pembuluh darah. Tingginya HDL mencegah terjadinya penyakit jantung. Dengan kekurangan vitamin B3 pada tubuh akan memperlambat produksi HDL dan tidak dapat mencegah meningkatnya LDL.

Lesi Kulit

Lesi adalah gejala dimana kulit terdapat benjolan atau tanduk kecil seperti jerawat. Lesi kulit dibedakan menjadi dua, yaitu primer (yang tidak merusak kulit) dan sekunder (yang merusak kulit). Lesi kulit sekunder ini bermacam-macam juga jenisnya yang menyerang kulit. Seperti skuama yaitu adanya epidermis yang telah mati kemudian menumpuk pada kulit dan berkembang. Ada juga Krusta yaitu adanya nanah yang menjadi kering pada kulit dan Fisura yaitu kulit yang kering. Jika kulit mulai menandakan gejala-gejala yang tidak semestinya, berarti tubuh sedang mengalami kekurangan vitamin B3.

Diare, Gangguan Mental, dan Insomnia

Saat tubuh kekurangan vitamin B3, maka tubuh akan mengalami gejala gangguan pencernaan. Seperti diare. Saat diare semakin akut, maka diare mampu mengeluarkan lagi vitamin B3 pada tubuh semakin banyak. Sehingga kekurangan vitamin B3 pun bisa menjadi akut. Jika vitamin B3 mengalami kekurangan yang cukup banyak, otak tidak bisa bekerja dengan optimal. Gangguan mental seperti kebingungan, mudah lupa, sampai tidak bisa tidur berhari-hari (insomnia) bisa terjadi. Ini bisa lebih menyakitkan dan melelahkan.

Penyakit Akibat Kekurangan Vitamin B3

Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B3 ada banyak. Ada pellagra, ada kejang otot, ada badan lemas, sulit tidur, dan mual-mual dan muntah. Kekurangan vitamin B3 ini disebabkan oleh kurangnya memakan makanan seperti jamur, daging, ikan, daging unggas, sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan susu. Dijaman sekarang memang dirasa tidak mungkin seseorang sampai tidak mengkonsumsi dari sumber makanan diatas. Karena walaupun satu atau dua jenis tetap bisa dikonsumsi. Namun bisa terjadi karena kebiasaan, karena usia yang sudah tua, atau faktor lain yang menentukan. Lalu apa itu penyakit pellagra?

Pellagra

Pellagra adalah penyakit yang memiliki gejala diare, dermatitis, dan demensia. Dimana penyakit ini bisa berkembang menjadi penyakit yang mematikan. Niasin atau vitamin B3 ini berfungsi untuk mengurangi perkembangan pellagra (bagi mereka yang sudah terkena penyakit ini). Pellagra ini ada yang primer ada yang sekunder. Dikatakan primer yaitu saat tubuh kekurangan vitamin B3, lebih pada kasus Negara berkembang. Dikatakan sekunder yaitu saat tubuh telah diasup banyak vitamin B3 namun ada suatu hal dimana mencegah penyerapannya. Disebabkan oleh hal berikut, alkohol kronis, diare berkepanjangan, gastrointestinal, sirosis hati, karsinoid tumor, gangguan metabolisme tryptophan, akibat kecenderungan obat.

Kebutuhan Vitamin B3 per Hari

Berapakah kebutuhan vitamin B3 perharinya?

  • Bayi usia 0-6 bulan membutuhkan 2 mcg
  • Bayi usia 7-12 bulan membutuhkan 4 mcg
  • Balita usia 1-3 tahun membutuhkan 6 mcg
  • Anak-anak usia 4-8 tahun membutuhkan 8 mcg
  • Anak-anak usia 9-13 tahun membutuhkan 12 mcg
  • Remaja usia 14 tahun keatas laki-laki membutuhkan 16 mcg, dan untuk wanita membutuhkan 14 mcg

Sedangkan dosis harian maksimum yang ditolerir oleh tubuh mereka:

  • Anak-anak usia 1-3 tahun maksimal 10 mcg
  • Anak-anak 4-8 tahun maksimal 15 mcg
  • Anak-anak usia 9-13 tahun maksimal 20 mcg
  • Usia 14 tahun keatas maksimal 30-35 mcg

Untuk itu perhatikan juga konsumsi vitamin B3 Anda jangan sampai kurang atau berlebihan.

More from Vitamin B3 - Niasin
Back to Top