Akibat Kekurangan Vitamin D

Kekurangan vitamin D akut pada suatu kasus memang jarang terlihat. Karena gejala kekurangan vitamin D memang tidak banyak orang yang mengetahuinya. Terlebih lagi tentang penyakit-penyakit akibat kekurangan vitamin D tidak banyak informasi yang didapatkan seseorang yang cukup akan hal itu. Namun, banyak juga orang yang telah tahu dirinya terserang penyakit akibat kekurangan vitamin D tidak segera menanganinya bahkan cenderung tidak tahu cara mengatasi defisiensi vitamin D ini. Untuk itu kami akan membahas tentang akibat defisiensi atau kekurangan vitamin D ini lebih jelas lagi bagi Anda semua.

Gejala Kekurangan atau Defisiensi Vitamin D

cegah akibat kekurangan vitamin d dengan sinar matahari

image courtesy of siraphat/ freedigitalphotos.net

Ada yang sudah tahu apa saja gejalanya? Pembentukan tulang yang tidak normal adalah gejala kekurangan vitamin D yang mana bisa merembet menimbulkan penyakit lain yang lebih berat lagi. Gejala kekurangan vitamin D ini adalah gelisah, dahi selalu berkeringat, gampang tersinggung dan juga terjadi pembengkakan pada persendian dan tulang rawan sehingga membentuk 2 lingkaran yang keras. Biasanya gejala ini jika menyerang anak yang kekurangan vitamin D akan terlihat gemuk padahal kurus.

Gejala yang paling parah adalah pembentukan tulang kaki pada anak yang tidak normal. Bisa cekung atau cembung. Perutnya akan seperti membesar dan membusung ke depan serta diikuti dengan sembelit. Ini dikarenakan kekurangan asupan vitamin D saat bayi. Kurangnya asupan susu menjadi penyebab gejala ini timbul. Biasanya kekurangan fosfor dan zat kapur. Namun bisa jadi kekurangan vitamin D lah yang lebih besar sehingga asupan fosfor dan zat kapur pun tidak terpenuhi.

Penyakit-penyakit Akibat Kekurangan Vitamin D

Apa saja sih penyakitnya? Banyak ternyata seperti diabetes, kanker, multiple sclerosis, rheumatoid arthritis, memicu depresi, cidera otot, gangguan hati, risiko serangan jantung. Kita akan membahasnya satu persatu. Untuk penyakit diabetes akibat kekurangan vitamin D. Pada penelitian dari phoenix children hospital di Amerika diketahui bahwa anak yang memiliki berat badan hingga mendekati obesitas maka akan kekurangan vitamin D lebih banyak 3 kali dari anak biasa. Sehingga anak yang memiliki kadar vitamin D lebih rendah dari anak pada umumnya dapat menderita diabetes karena hormon untuk mengatur gula darahnya lebih resisten. Itu semua tergantung pada pola makannya.

 Penyakit Kanker juga menimpa orang yang kekurangan vitamin D ini. Seperti orang dewasa yang kekurangan vitamin D dan dia juga perokok. Maka akan sangat jelas paru-parunya bisa terserang kanker. Begitu juga dengan Kanker Limfoma yaitu kanker yang menyerang getah bening. Tentu untuk orang dewasa perokok, paru-paru bisa dilindungi dengan konsumsi vitamin D yang cukup. Hanya saja jika aktivitas merokok masih dilakukan paru-paru tetap tidak dapat dihindari dari kanker. Vitamin D bersifat antioksidan dan anti peradangan. Paru-paru orang perokok akan mengakibatkan lebih mudah meradang dan terkontaminasi. Untuk itu vitamin D ini dibutuhkan untuk orang dewasa juga sebagai antioksidan.

Untuk Kanker Limfoma dimana diketahui vitamin D dapat membantu pasien Kanker limfoma non-hodgin untuk hidup lebih lama. Peneliti mengatakan bahwa kurangnya konsumsi vitamin D ini mengakibatkan bahwa pasien lebih mudah meninggal dunia akibat kanker ini dua kali lebih banyak dari yang mengkonsumsinya. Kanker Limfoma sendiri adalah kanker sel darah putih. Kanker jenis ini menyerang lebih banyak orang dewasa. Dengan konsumsi vitamin D rutin dan harian menyebabkan orang dewasa mencegah terserang kanker 2 kali lebih baik dan menghindari kematian lebih lama akibat kanker 2 kali lebih baik.

Meningkatkan Faktor Resiko Kematian bagi wanita berusia lanjut juga bisa terjadi akibat  defisiensi vitamin D ini. Penelitian dari universitas kesehatan Graz Austria mendapati bahwa wanita lanjut usia yang mereka teliti sebanyak 284 meninggal dunia akibat tidak mengkonsumsi vitamin D secara cukup. Prosentasi ini sampai 93%. Karena pada wanita berusia lanjut, masalah kekurangan vitamin D ada pada masalah tulang. Sehingga asupan gizi ini diperlukan untuk menambah asupan vitamin D.

Cara Mengatasi Kekurangan atau Defisiensi Vitamin D

Bagaimana cara mengatasi akibat serta penyakit yang ditimbulkan seperti diatas karena kekurangan vitamin D? Pertama tentu dengan mengkonsumsi makanan secara alami untuk mencukupi kebutuhan vitamin D ini. Umumnya konsumsi vitamin D untuk takaran medis adalah 400 sampai 800 IU perhari. Tidak dianjurkan berlebihan juga.

Apa saja makanan alami yang mengandung vitamin D? Vitamin D bisa diperoleh dari susu, sereal, jus jeruk (merek tertentu), margarine untuk makanan instan cepat saji. Untuk makanan alami bisa diperoleh di kuning telur dan hati. Diperhatikan juga untuk makanan cepat saji yang biasanya mengandung vitamin D ini untuk Anda, lihat takaran vitamin D nya. Usahakan tidak melebihi dari anjuran ataupun jika kekurangan tidak mengkonsumsinya berlebih. Karena tetap diwaspadai bahaya dari zat pengawet dari makanan-makanan tersebut.

Jika ternyata sulit memenuhi makanan alami seperti sayuran dan buah yang mengandung vitamin D maka dianjurkan tetap mengkonsumsi suplemen. Perlu diperhatikan lagi, konsumsi suplemen ini diwajibkan adanya kontrol dari dokter ahli gizi di rumah sakit yang sering Anda kunjungi. Karena takaran yang tepat pada konsumsi vitamin D akan membantu pemenuhan gizi harian Anda. Semoga informasi diatas menambah wawasan Anda.

Be the first to comment on "Akibat Kekurangan Vitamin D"

Leave a comment