Akibat Kelebihan Vitamin B1


Akibat kelebihan vitamin B1 atau thiamin ini tetap ada. Sehingga saat seseorang mencoba memenuhi kebutuhannya akan vitamin terkadang malah menjadikan dirinya kelebihan atau overdosis terhadap vitamin itu sendiri. Karena vitamin bukanlah obat. Sehingga saat diri terserang penyakit dimana terapi vitamin bisa dilakukan, tidaklah dalam pemberian vitamin 1 sampai 3 hari baru sembuh. Perlu berulang-ulang sehingga terkadang dosisnya tidak tepat saat dikonsumsi. Atau saat seseorang ingin mendapatkan manfaat vitamin secara cepat, maka dirinya mengkonsumsi suplemen vitamin secara banyak. Dengan tujuan untuk mendapatkan efek seketika. Padahal tidak begitu juga kerja dari vitamin itu. Perlu diingat bahwa kelebihan vitamin yang berbahaya adalah dari konsumsi suplemen. Artikel ini akan membahas tentang akibat kelebihan vitamin B1 pada seseorang.

Gejala Kelebihan Vitamin B1

Gejala apa saja yang mengakibatkan seseorang kelebihan vitamin B1 yang dikonsumsinya? Kelebihan vitamin B1 pada dasarnya seperti kelebihan vitamin C. Yaitu akan dibuang kelebihan vitamin B1 itu melalui urin. Namun jika tidak bisa dikeluarkan mampu merusak ginjal. Gejalanya tubuh mengalami ketidakseimbangan sistem karena vitamin B seharusnya kompleks yang masuk ke dalam tubuh, tapi mengalami kelebihan di satu sisi saja. Kebutuhan akan vitamin B1 dalam dosis hariannya adalah 0,3 mg/1000 kcal, sedangkan untuk di Indonesia untuk bayi dibutuhkan 0,4  mg/hari, orang dewasa 1 mg/hari, dan untuk ibu hamil 1,2 mg/hari.

Dalam kelebihan vitamin B1 ini masih dibolehkan sampai dosis 15 mg/hari dalam konsumsi oral (makanan atau diminum) dengan total 40 mg. Dari gejala adanya ketidakseimbangan tubuh ini lebih baik untuk mengurangi konsumsi suplemen atau makanan bervitamin B1 yang sebelumnya banyak dikonsumsi. Gejala seperti batuk, sakit kepala, jantung berdebar kencang, gatal dan bintik pada kulit, dan wajah memerah. Jika gejala tidak diwaspadai, maka akibat kelebihan vitamin B1 pun bisa terjadi.

Akibat Kelebihan Vitamin B1

Kelebihan vitamin B1 bisa berakibat penyakit seperti ruam kulit, hipertensi (tekanan darah tinggi), palpitasi jantung, agitasi. Akan dibahas satu persatu tentang akibat kelebihan vitamin B1 ini. Pertama akan dibahas tentang ruam kulit.

Ruam Kulit

Ruam kulit ini biasanya terjadi sementara akibat pembuluh darah atau kapilari yang sesak. Dengan begitu sebab dari ruam kulit ini banyak sekali. Bisa karena kulit terkena zat kimia, kotoran hewan yang tidak dibersihkan, atau karena virus dan bakteri. Tapi karena kelebihan vitamin B1 pun bisa mengakibatkan ruam pada kulit. Ruam ini bermacam-macam bentuknya. Yang pasti pada saat kulit teriritasi dengan menjadi merah, bengkak, atau berbintik dan berbintil seperti bisul lalu ada gejala gatal-gatal yang mengikutinya. Bahkan biasanya ruam ini meluas tidak pada satu daerah kulit saja. Pengobatannya tentu menggunakan salep kulit dari dokter untuk jenis ruam kulitnya dan juga mengurangi penggunaan vitamin B1.

Hipertensi

Hipertensi ini adalah adanya tekanan darah tinggi pada arteri di tubuh yang menyebabkan jantung bekerja lebih keras. Hipertensi inilah yang memicu adanya penyakit stroke, gagal jantung, dan ginjal kronis. Akibat dari seseorang mengkonsumsi vitamin B1 berlebihan menyebabkan ginjal bermasalah. Untuk itu ada pentingnya untuk mengkonsultasikan hipertensi anda ke dokter. Dengan cara pemeriksaan gula darah, kolesterol darah, fungsi ginjal, karena ginjal yang mengalami fungsi yang tidak semestinya bisa terjadi akibat kelebihan vitamin B1 yang mengendap di dalam tubuh. Setelah diketahui ada tidaknya hipertensi dalam tubuh, perlu adanya keseimbangan kembali mengkonsumsi sayuran dan buah serta berolah raga rutin.

Palpitasi Jantung

Palpitasi jantung adalah jantung berdebar keras. Biasanya akibat dari hyperkalemia. Yaitu adanya kadar kalium yang tinggi pada darah. Biasanya ginjal akan mengeluarkan kalium ini dalam urin sehingga kalium tidak berlebihan di tubuh. Karena dampak konsumsi vitamin B1 berlebihan yang menyebabkan pengendapan di ginjal, maka dari itu, kalium pun menjadi lebih banyak di darah. sehingga menyebabkan ginjal yang seharusnya bisa mengeluarkan kalium dalam jumlah tertentu pun jadi terbebani sehingga ikut memperparah ginjal yang sudah terbebani vitamin B1. Secara berkelanjutan, palpitasi jantung bisa menyebabkan gagal jantung dan serangan jantung. Pemeriksaan adanya kelebihan kadar kalium bisanya menggunakan pemeriksaan EKG.

Agitasi

Agitasi atau kegelisahan, masalah pada diri yang mudah emosi bisa terjadi akibat kelebihan vitamin B1 ini. Atau gangguan psikomotor dimana memiliki karakteristik peningkatan aktivitas motorik. Seperti seseorang sering mengalami gelisah, mondar-mandir tidak jelas, meremas tangan karena panik, dan hal-hal kegiatan yang dianggap aneh dari kebiasaan umumnya. Jika agitasi ini akut, kegiatan seseorang itu bisa melukai orang lain. Bisa mencakar, menggigit lidah atau bibir sendiri. Agitasi terjadi akibat kelebihan vitamin B1 dan biasanya kekurangan vitamin B6. Sehingga vitamin B kompleks yang seharusnya dipenuhi dengan artian adanya keseimbangan antara vitamin B yang satu dengan yang lain tidak terpenuhi. Ada baiknya butuh penanganan dokter lebih lanjut. Karena berbeda dari akibat lain dari kelebihan vitamin B1 diatas, agitasi lebih sulit didiagnosa dengan eratnya penyakit ini dengan psikologi seseorang.

Dosis Vitamin B1

Dosis vitamin B1 harian untuk bayi yang baru lahir sampai 6 bulan pertama adalah 0,2 miligram. Dari usia 7 bulan sampai 12 bulan dosisnya vitamin B1 adalah 0,3 miligram. Untuk usia 1 tahun sampai 3 tahun, dosisnya adalah 0,5 miligram. Untuk usia 4 tahun sampai 8 tahun sebanyak 0,6 miligram. Untuk usia 9 tahun sampai  13 tahun dosisnya adalah 0.9 miligram. Sedangkan untuk usia 14 tahun keatas 1 miligram sampai 1,2 miligram perhari.

More from Vitamin B1 - Thiamin
Back to Top