Vitamin M: Vitamin Apa Itu?

Vitamin M merupakan vitamin yang dikenal juga sebagai vitamin B9. Vitamin yang larut dalam air. Dulu vitamin M ini dinamai demikian karena terkandung pada tanaman marijuana. Pada tanaman marijuana yang sekarang menjadi ilegal tersebut vitamin M banyak ditemukan yang ternyata memiliki fungsi yang sama seperti asam folat. Dulu dalam kemiliteran Amerika Serikat, tenaga medis ketentaraan memberikan motrin (ibuprofen) dalam jumlah dosis yang besar. Lalu pada akhir 1980 sebelum dosis asam folat ini digunakan untuk umum, 50% dari dosis yang tinggi hanya diberikan pada dinas-dinas keamanan Negara Amerika dan dinamakan “vitamin M” karena jumlah dosis tersebut.

Vitamin M Umumnya Dikenal Sebagai Asam Folat (vitamin B9)

Dikarenakan dulu penggunaan asam folat yang tinggi dalam sebuah dosis dan belum disebarkan secara umum. Untuk itu vitamin M dikenal juga sebagai asam folat. Vitamin M sangat baik untuk ibu hamil. Karena berfungsi sebagai pengoptimalan dan menjaga gizi bayi dalam kandungannya. Vitamin M dapat ditemukan di makanan alami seperti gandum, sereal, roti, lalu biskuit, ada juga dalam selada, bayam, brokoli, pisang, dan melon. Perlu diingat karena penggunaan vitamin M di jaman sekarang sudah tidak lagi ada, dan generalisasinya menjadi folic acid atau asam folat.

Manfaat dan Fungsi Vitamin M

Sudah dibahas sebelumnya manfaat vitamin M tentu untuk ibu yang sedang hamil. Lalu untuk memproduksi sel darah merah dalam darah. Serta memanfaatkan metabolisme protein untuk dijadikan energi. Selain itu pembentukan zat besi, pembentukan RNA, serta asam nukleat lainnya. Asam folat ini rusak pada suhu tinggi, sehingga pemanfaatan secara alami tidak bisa secara matang (harus setengah matang) terutama pada sayuran. Asam folat tidak diproduksi oleh tubuh, namun pada organ hati menjadi asam folinic dengan adanya vitamin C, dan kemudian dapat disimpan dalam tubuh. Perlu diingatkan lagi bahwa konsumsi vitamin M dapat mencegah keguguran pada ibu hamil, dan menurunkan resiko cacat pada bayi baru lahir. perlu diingat bahwa cacat lahir pada minggu pertama hingga bulan pertama bayi lahir dapat menyebabkan kematian. Cegah hal ini dan tingkatkan konsumsi vitamin M jika perlu. Konsultasikan lagi ke dokter Anda.

Sumber Vitamin M

Lalu bagaimana dengan sumber vitamin M? Sumber vitamin M tentu juga sama halnya dengan sumber asam folat. Seperti kacang-kacangan, daging hati sapi atau kambing, gandum, asparagus, dan daging hewan yang bisa dimakan pada umumnya. Atau bisa mengkonsumsi gandum, roti, sereal, biskuit, dan pasta. Bisa juga mengkonsumsi sayuran hijau seperti brokoli, selada, dan bayam. Untuk buah ada melon dan pisang. Selain itu sumber vitamin M juga dapat ditemukan pada suplemen vitamin. Ingat untuk tidak mengkonsumsi suplemen vitamin M terpisah dari suplemen vitamin lainnya. Sehingga perlu mengkonsumsi multivitamin bukan satu jenis saja. Ini dapat mencegah Anda dari hal defisiensi vitamin yang lainnya.

Gejala Kekurangan Vitamin M

Gangguan saat kekurangan vitamin M bisa menyerang baik saat bayi dalam kandungan atau orang dewasa. Untuk bayi yang mengalami kekurangan vitamin M saat dalam kandungan, saat lahir bisa mengalami bifida spinal dan kerusakan pada perkembangan otak. Namun itu untuk gejala kekurangan vitamin M yang sudah masuk tahap parah. Jika masih dalam tahapan kekurangan pada batas wajar, biasanya seseorang akan mengalami kelelahan, depresi, dan ingatan yang buruk. Bahkan beberapa mengalami gejala gangguan kejiwaan dan anemia pada tubuh. Untuk itu, selalu mengkonsumsi makanan sehat berserat dan bervitamin untuk dapat mencegah dari gejala kekurangan vitamin M yang bisa berdampak buruk pada kesehatan jangka panjang.

Bahaya Kelebihan Vitamin M

Tidak ada laporan yang jelas mengenai kelebihan mengkonsumsi vitamin M dalam dosis normal 15 mcg sehari. Jikapun ada dalam waktu yang panjang belum ditemukan seseorang mengalami penyakit yang berat dengan berlebihan mengkonsumsi vitamin M. Karena vitamin M adalah vitamin yang larut dalam air, sehingga sisa yang tidak dibutuhkan dalam tubuh akan dibuang melalui urin. Ada beberapa gejala ringan yang dialami seseorang saat mengkonsumsi vitamin M dalam jumlah banyak seperti mual, masuk angin, kemudian lekas marah serta kehilangan nafsu makan. Bahkan ada indikasi saat mengkonsumsi vitamin M berlebihan, vitamin B12 dalam tubuh juga akan berkurang sehingga mengakibatkan menurunnya saraf dalam tubuh.

Inilah penjelasan mengenai apa itu vitamin M yang lebih dikenal sekarang sebagai vitamin B9 atau asam folat. Selain mengetahui manfaatnya, kadang banyak orang cenderung meremehkan manfaat dari vitamin yang cukup besar bagi kesehatan tubuh. Namun dengan mengetahui juga manfaat dan fungsinya untuk tubuh, serta gejala baik kekurangan ataupun kelebihan membuat seseorang yang dulunya tidak perduli dengan konsumsi vitamin, akan semakin sering mengkonsumsi vitamin. Jangan mengandalkan makanan bersumber alami saja dalam pemenuhan vitamin M Anda (jika Anda tidak memasaknya sendiri). Karena bisa jadi makanan yang Anda beli baik sayur dan daging (terutama) telah dimasak terlalu matang, sehingga kandungan vitaminnya bisa berkurang dan hilang. Untuk itu penuhi kebutuhan vitamin Anda dengan suplemen multivitamin selain tentu juga dengan makanan sumber alami.

Referensi :

Be the first to comment on "Vitamin M: Vitamin Apa Itu?"

Leave a comment