Defisiensi Vitamin B12 Sebabkan Anemia

Kekurangan vitamin B12 ternyata akan banyak ditandai gejala dan juga mengalami penyakit. Salah satunya tubuh bisa mengalami anemia. Seseorang mengalami anemia berarti sel darah merah tidak banyak jumlahnya dalam aliran darah. Sehingga seseorang akan mengalami kelelahan, lemas dan tidak bersemangat, wajah pun akan pucat. Artikel ini akan membahas tentang defisiensi vitamin B12 yang menyebabkan anemia.

Apa Itu Anemia?

Anemia adalah keadaan dimana seseorang mengalami kekurangan sel darah merah. Sel darah merah ini dibentuk di sumsum tulang belakang. Dimana masa sirkulasi sel darah merah ini hanya sampai 4 bulan saja. Setelah itu sumsum tulang belakang akan memproduksi lagi untuk menggantikan sel darah merah yang lama. Sel darah merah ini bertugas untuk membawa oksigen keseluruh tubuh. Sel darah merah ini mengambil oksigen yang telah masuk ke paru-paru. Kemudian menyebarkan keseluruh tubuh. Sehingga terjadi pembakaran dan konversi lemak, protein, karbohidrat, menjadi energi.

Sel darah merah dapat terbentuk oleh karena adanya vitamin B12, zat besi dan asam folat. Jika tubuh seseorang tidak terpenuhi dari ketiga zat tersebut maka akan mengalami anemia. Untuk mereka yang kekurangan vitamin B12 sendiri akan terserang anemia pernisiosa. Vitamin B12 sendiri larut dalam air dan cadangan vitamin B12 tidak tersimpan di hati. Sehingga penuhi kebutuhan vitamin B12 ternyata sangat penting.

Mengapa Defisiensi Vitamin B12 Sebabkan Anemia?

Vitamin B12 ini larut dalam air berbeda dengan vitamin larut lemak yang tersimpan di dalam hati. Karena kekurangan konsumsi harian vitamin B12 tidak berdampak langsung, maka anemia akan terjadi setelah akumulasi kekurangan vitamin B12. Jika akumulasi berlanjut hingga lima tahunan, seseorang akan terserang penyakit saraf.

Vitamin B12 berfungsi membentuk sel darah merah. Dimana kekurangan sel darah merahlah yang menyebabkan anemia. Oleh karena itulah kekurangan vitamin B12 menyebabkan anemia.

Apa Penyebab Anemia Pernisiosa?

Jika penyebab anemia sendiri karena kekurangan vitamin B12, asam folat atau zat besi. Sebab terjadinya anemia penisiosa adalah karena seseorang tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin B12. Ditambah lagi diet atau vegetarian juga menyebabkan seseorang dapat mengalami anemia pernisiosa. Kemudian usus yang juga seharusnya dapat memproduksi zat yang nantinya bisa menyerap vitamin B12 biasanya terganggu. Usus yang bermasalah diakibatkan karena imunitas tubuh menurun. Sehingga zat pada usus tersebut mudah berkurang dan kekurangan penyerapan vitamin B12. Faktor lainnya adalah adanya kanker usus atau iritasi pada usus yang menyebabkan anemia pernisiosa bisa terjadi. Cacingan pun dapat mengakibatkan tubuh kekurangan vitamin B12.

Gejala Anemia Pernisiosa

Anemia pernisiosa ini diidentifikasi melalui uji laboratorium. Sel darah merah yang diambil di laboratorium jika kekurangan vitamin B12 akan tampak berwarna biasa seperti sel darah merah umumnya namun berukuran lebih besar dan berjumlah lebih sedikit. Jika tes telah diuji akan ditetapkan apakah merupakan gejala anemia pernisiosa atau bukan. Gejala lainnya ditunjukkan saat seseorang memiliki riwayat diabetes, vertiligo, sehingga resikonya lebih tinggi untuk terkena anemia pernisiosa.  Gejala pertama pada tubuh penderita anemia pernisiosa adalah mengalami kelelahan, sesak nafas dan pingsan, menyebabkan nyeri dada, penurunan berat badan sampai diare akut. Jika berkelanjutan, gejalanya berkembang menjadi lebih parah seperti masalah pada indra peraba, buta warna, kesemutan dikaki, otot, gangguan mental, kebingungan dan depresi.

Sumber Alami Vitamin B12

Untuk mengatasi anemia pernisiosa, maka dokter biasanya akan memberikan vitamin B12 secara suntikan ke dalam tubuh. Terapi ini akan memakan waktu sampai tiga bulan. Jika cukup parah bisa seumur hidup untuk membantu tubuh mendapatkan vitamin B12 dengan baik. Jika pengobatan ini tidak segera dilakukan, akan mengakibatkan saraf tubuh mengalami gangguan. Namun saat anemia pernisiosa ini diobati, ternyata bisa beresiko munculnya kanker pada perut.

Sumber alami dari vitamin B12 sendiri sangat banyak. Terutama pada daging dan sumber alami hewani. Seperti pada daging sapi, kambing, domba dan rusa. Kemudian pada daging ikan seperti ikan hering, ikan cod dan ikan salmon. Telur, susu dan yogurt juga mengandung vitamin B12 yang cukup banyak. Buah dan sayuran tidak mengandung vitamin B12. Untuk sayuran pun hanya sayuran tertentu saja yang mengandung vitamin B12 (bukan sayuran pada umumnya yang langsung dimasak dan dimakan). Seperti sayuran rumput laut dan ganggang hijau-biru. Untuk sayuran rumput laut tentu biasanya digunakan sebagai bahan olahan jelly dan agar-agar. Untuk makanan berfermentasi pun cuma ada pada fermentasi kedelai. Kedelai sendiri tidak mengandung vitamin B12, namun karena difermentasi sehingga mikroorganisme hasil fermentasi ini menciptakan vitamin B12. Olahan fermentasi kedelai yang banyak mengandung vitamin B12 ini adalah tahu, tempe dan miso.

Hindari diri dari penyakit anemia pernisiosa ini. Makan makanan yang sehat. Makan daging, penuhi diet tepat (bukan diet ekstrim). Dan juga makan makanan yang mengandung vitamin B12 ataupun suplemen vitamin. Jika anemia pernisiosa ini sudah terjadi pada seseorang, segeralah bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan khusus.

Be the first to comment on "Defisiensi Vitamin B12 Sebabkan Anemia"

Leave a comment