Hasil Uji dan Penentuan Kadar Vitamin C Metode Titrimetri

Menentukan kadar atau kandungan vitamin C pada suatu sumber makanan alami memang dilakukan dalam uji laboratorium. Dimana orang yang melakukan hal itu pada umumnya karena sudah memasuki ranah pendidikan tinggi. Sehingga tidak jarang hasil uji kadar vitamin C ini bisa berbeda antara laboratorium yang satu dengan yang lain. Buah dan sayuran yang mengandung vitamin C adalah cabe hijau, cabe merah, jambu biji, kiwi, brokoli, leci, pepaya, stroberi, jeruk, kubis, jeruk nipis, melon, kol bunga, bawang putih, jeruk bali, jeruk keprok, jeruk mandarin, markisa, bayam, mangga, kentang, tomat, nanas, anggur, semangka, pisang, alpukat. Selain itu ada juga sumber makanan seperti hati ayam (digoreng), susu sapi segar, dan otak domba (direbus). Tapi bagaimanakah kadar atau kandungan tersebut bisa diperoleh? Akan dibahas selanjutnya.

Penetapan Kadar Vitamin C Berbagai Sumber Makanan Alami

Karena biasanya dilakukan di Lab. Langkah-langkahnya sebagai berikut. Langkah ini adalah langkah umum dimana tidak semua buah bisa digunakan langkah penetapan kadar vitamin C ini. Sehingga perlu ada uji laboratorium berkali-kali untuk mendapatkan kadar vitamin C yang tepat. Pertama ambil buah yang ingin di tetapkan kadar vitamin C nya. Misalnya buah jambu biji. Buah tersebut haruslah memiliki berat 100 gram (takaran uji normal untuk vitamin). Kemudian diperas sarinya dengan kain kasa. Kemudian dimasukkan ke dalam labu takar 100 mililiter. Lalu ditera menggunakan akuades dan dikocok rata. Sebanyak 15 mililiter larutan tadi diambil dan ditempatkan pada labu Erlenmeyer 100 mililiter lalu ditambahkan 25 mililiter I (0,1 N); 5 mililiter H2SO4 (2 N) setelah itu dititrasi dengan Nagsgog 0,1. Sampai ke warna kekuning muda. Proses ini dinamakan proses penentuan kadar vitamin C dengan titrimetri. Yaitu titrasi tidak langsung.

Ditambahkan 2 tetes pati sebanyak 5% kemudian dilanjutkan hingga warna biru tua hilang. Literasi ini dilakukan secara triple. Prosedur ini dilakukan juga untuk blanko, yaitu tanpa sari buah jambu biji. Jumlah vitamin C ditentukan melalui perhitungan bahwa setiap mol I2 akan mengoksidasi mol dari asam askorbat dalam suatu reaksi redoks.Banyaknya I(z) yang dapat bereaksi dengan asam askorbat, dihitung dari selisih titrasi yang digunakan antara blanko dengan sample uji sari buah jambu biji. Sehingga di dapatkan kadar vitamin C pada buah jambu biji adalah 228,3 miligram per 100 gram jambu biji.

Menurut hasil penelitian terhadap penentuan kadar vitamin C untuk berbagai sumber makanan alami untuk setiap takaran 100 gram sebagai berikut. Kadar vitamin C pada tomat 34 miligram. Kadar vitamin C pada jeruk 50 miligram. Kadar vitamin C pada cabe 144-244 miligram (tergantung jenis cabenya). Lalu kadar vitamin C pada sumber makanan 100 gram lainnya yaitu kiwi 90 miligram vitamin C, pepaya 60 miligram vitamin C, stroberi 60 miligram vitamin C, melon 40 miligram vitamin C, jeruk bali 30 miligram vitamin C, jeruk keprok 30 miligram vitamin C, jeruk mandarin 30 miligram vitamin C, markisa 30 miligram vitamin C, nanas 10 miligram vitamin C, dan masih banyak yang lainnya.

Manfaat Vitamin C Bagi Tubuh

Manfaatnya sangat banyak vitamin C ini untuk tubuh kita. Terutama sebagai antioksidan yaitu mengurangi stress oksidatif pada tubuh akibat makanan yang kita konsumsi saat ini yang banyak mengandung pewarna, pengawet, zat kimia lain, serta adanya pencemaran udara, air, tanah. Vitamin C ini juga dapat melakukan fungsi fisiologis pada tubuh seperti sintesis karnitin dan kolagen. Dimana kolagen ini bermanfaat untuk membuat kulit tampak lebih kencang, lentur. Kemudian, vitamin C ini juga yang menjadi komposisi dalam sel imun tubuh. Dan akan cepat habis saat tubuh mengalami infeksi sehingga tubuh akan meminta kembali vitamin C dari luar tubuh untuk dipenuhi. Untuk itulah vitamin C berperan dalam sistem kekebalan tubuh.

Vitamin C juga dapat menurunkan kadar histamin pada tubuh. Sehingga tubuh terhindar dari racun histamin ini. Manfaat lainnya dalam medis modern saat ini adalah bisa untuk memutihkan kulit. Karena dipadukan dengan kolagen, vitamin C ini disuntikkan ke dalam tubuh melalui pembuluh darah. Sehingga kulit akan tampak lebih putih setelah beberapa pemakaian vitamin C. Kemudian vitamin C tentu bisa mengurangi atau mencegah sariawan, bibir pecah-pecah, hingga mengurangi gejala flu. Masih banyak manfaat vitamin C yang bisa Anda dapatkan yang juga masih diteliti oleh peneliti.

Kebutuhan Vitamin C Bagi Tubuh

Kebutuhan vitamin C bagi tubuh secara harian antara orang yang satu dengan yang lain berbeda-beda. Dikarenakan faktor usia, jenis kelamin, banyaknya aktifitas perhari, dan lainnya. Jika digeneralisasikan bahwa kebutuhan vitamin C pada tubuh adalah 90 miligram dan tidak boleh lebih dari 2000 miligram dalam sehari. Walaupun begitu, tetap ada perbedaan antar peneliti dalam hal ini. Misalnya saja ada yang menakarkan kadar vitamin C dalam tubuh minimal adalah 40 miligram.

Terpenting Anda tetap mengkonsumsi vitamin C ini jangan sampai tidak sama sekali. Baik secara alami, ataupun suplemen. Karena vitamin C mampu menjadi terapi kesehatan setiap hari. Dengan dosis yang tepat. Tidak kekurangan dan juga kelebihan.

 

Be the first to comment on "Hasil Uji dan Penentuan Kadar Vitamin C Metode Titrimetri"

Leave a comment