Hati-hati Mencampur Obat dengan Vitamin C!

Beberapa kasus serius kadang tidak begitu terungkap di media massa. Namun tetap tidak ada juga kasus nyata adanya seseorang yang mengalami keracunan hingga mengalami dampak serius akibat mencampurkan obat dengan vitamin C. Lalu apakah benar vitamin C dapat bereaksi negatif terhadap suatu obat? Atau ada makanan atau minuman lain yang tidak boleh dikonsumsi bersama obat?

Fakta atau Mitos: Makanan yang Tidak Boleh Tercampur Vitamin C

Makanan seperti udang, yang ternyata mengandung arsenic organik. Sehingga penggunaannya terhadap vitamin C dilarang karena menyebabkan keracunan dan kematian. Apakah itu benar? Ternyata tidak. Walaupun tidak dipastikan bahwa udang yang kita makan dari habitat yang bersih, tidak tercampur dengan arsen anorganik. Karena arsen anorganik sendiri tanpa konsumsi vitamin C dapat meracuni tubuh saat bereaksi dengan asam lambung. Sedangkan arsen organik pada udang, tidak bereaksi racun dalam tubuh walaupun dikonsumsi bersama vitamin C misalnya jus jeruk.

Lalu makanan yang bereaksi racun dengan vitamin C apa lagi? Sebenarnya tidak ada, oleh karena adanya kasus mereka yang mengkonsumsi seafood selain udang akhirnya mengalami keracunan arsen saat meminum vitamin C, dikarenakan konsumsi seafood yang berlebihan. Jika memang ingin mengkonsumsi seafood, sebaiknya tidak dengan penggunaan vitamin C walaupun mitos ini salah, namun berjaga-jaga ada baiknya. Apalagi jika Anda mengkonsumsi seafood yang cukup banyak.

Obat yang Tidak Boleh Tercampur Vitamin C

Obat apa saja? Banyak obat, terutama obat keras yang bereaksi langsung dengan lambung. Karena vitamin C adalah vitamin yang meningkatkan keasaman dalam lambung. Sehingga obat keras perlu dihindari konsumsinya dengan vitamin C. Obat antara lain,

  • Obat pencegah pembekuan darah. Jika dikonsumsi bersama vitamin C, maka efeknya berkurang.
  • Barbiturat atau obat pil tidur. Jika dikonsumsi bersama vitamin C, maka efek pil tidurnya akan lebih panjang dari seharusnya.
  • Obat Kinidin. Jika dikonsumsi bersama dengan vitamin C, maka efek penormalan denyut jantung semakin lama, tubuh bisa menjadi lemas.
  • Kadar Uji Urin dan Diabetes. Konsumsi vitamin C bersama dengan obat anti diabetes menyebabkan hasil uji lab kadar gula darah dalam urin menjadi terganggu.

Dari hasil efek samping diatas, maka diperlukan pengawasan lebih lanjut oleh dokter Anda, jika Anda sendiri mengkonsumsi vitamin C bersama obat-obatan tersebut. Selain itu perlu diperhatikan, bahwa vitamin C dari buah lebih aman dibandingkan vitamin C suplemen saat mengkonsumsi obat tersebut. Dikarenakan dosisnya yang tidak tinggi sebagaimana suplemen menjadikan konsumsi buah alami yang mengandung vitamin C cukup aman.

Cerdas Mengambil Sikap Saat Mengkonsumsi Obat dan Vitamin C

Lebih baik lagi, jika Anda sembuh dulu dari penyakit Anda, lalu mengkonsumsi vitamin C yang banyak sebagai media penyembuhannya. Hal ini berpengaruh mengurangi interaksi obat dengan vitamin C dalam tubuh. Selain itu juga tubuh tidak akan mengalami kebingungan dan mencegah organ dalam tubuh bekerja berat karena interaksi sekaligus obat dengan vitamin C. Cara ini ampuh namun tidak untuk penyakit yang cukup signifikan lama penyembuhannya seperti diabetes diatas. Untuk diabetes, konsumsi obat diabetes perlu diimbangi dengan konsumsi buah dan sayuran. Namun tidak dengan hanya mengkonsumsi vitamin C alami saja tapi juga dengan konsumsi vitamin lainnya agar tubuh menjadi lebih sehat dan fit sembari tetap mengkonsumsi obat sebagai media penyembuhan. Penting untuk sekali lagi konsultasikan ke dokter Anda.

Be the first to comment on "Hati-hati Mencampur Obat dengan Vitamin C!"

Leave a comment