Kurang Vitamin D Berakibat Cepat Mengantuk?


Mengantuk? Wah, ini sih paling sering terjadi pada diri kita kan? Apalagi setelah makan banyak makanan yang mengandung karbohidrat, lemak dan protein. Akhirnya malah mengantuk. Mengantuk ini ditandai dengan diri sering sekali menguap. Melepaskan gas karbon dioksida dengan cukup banyak. Lalu tubuh merasa mudah lelah dan pegal-pegal. Sehingga mata mudah sekali terpejam walau hanya beberapa saat dalam kondisi tubuh tidak rileks. Bahkan beberapa pakar penelitian telah meneliti bahwa kurang vitamin D dapat menyebabkan tubuh mudah mengantuk. Benarkah demikian?

Mitos Sehabis Minum Susu

Ya, susu merupakan minuman yang mengenyangkan. Ini salah satu anggapan di masyarakat yang cukup tersebar luas dan bertahan hingga cukup lama. Karena banyak kebiasaan ditimbulkan sejak anak-anak bahwa meminum susu sebelum tidur menyebabkan muncul anggapan bahwa susu itu mengenyangkan. Apalagi saat anak-anak kesulitan tidur, sebagian besar orang tua menawarkannya untuk minum air putih atau susu sebagai pengantar tidur.

Walaupun mitos ini telah berkembang, tidak bisa juga disalahkan. Kebiasaan yang dibentuk oleh banyak orang tua bertujuan agar anak mereka rajin minum susu. Sayangnya kebiasaan ini malah melahirkan pemikiran baru bahwa susu adalah minuman yang dapat membuat mengantuk. Padahal telah diteliti bahwa saat mengantuk, kadar vitamin D dalam tubuh rendah. Sedangkan mereka yang tidak mengantuk di waktu dan kasus yang sama memiliki kadar vitamin D yang normal atau tinggi di dalam darahnya.

Kita ketahui juga bahwa vitamin D banyak terdapat pada susu. Jika penelitian itu benar adanya maka tidaklah benar bahwa mitos minum susu dapat membuat tubuh lelah dan mengantuk. Malah justru sebaliknya membuat tubuh lebih terjaga. Sayangnya ini ternyata bertolak belakang dengan fungsi kopi. Atau malah fungsi kopi sebagai penahan rasa kantuk yang mengandung kafein sebenarnya juga sama fungsinya dengan susu. Penelitian ini masih terus dilanjutkan. Namun telah mampu mematahkan mitos tentang susu dan vitamin D pada kasus rasa ngantuk.

Sarapan yang Cukup, Makan yang Cukup

Salah satu fakta lagi bahwasanya saat kita mengkonsumsi makanan, maka sistem pencernaan akan bekerja. Akibatnya aliran darah yang mengalir terpusat ke usus untuk proses pencernaan makanan. Sehingga kadar darah pada tubuh terutama di otak tidak terpenuhi secara baik. Saat konsumsi makanan kita berlebih, maka mudah mengantuk.

Cegah rasa kantuk ini tentu dengan sarapan yang cukup. Selain tetap mengurangi rasa lapar, namun juga tidak terlalu kekenyangan. Seperti sarapan susu di pagi hari cukup penting untuk menunjang aktivitas selama seharian penuh. Ini lebih baik dari pada mengkonsumsi makanan berat yang banyak mengandung karbohidrat seperti nasi. Rasa kantuk datang karena tubuh terlalu lelah untuk mencerna semua makanan yang masuk ke dalam tubuh kita.

Bagaimana jika sudah siang dan mengantuk? Rasa kantuk lebih banyak faktor penyebabnya. Bisa kurang vitamin D, kurang tidur, perasaan dingin atau hawa dingin musim hujan, kebanyakan makan, dan faktor-faktor lainnya yang tidak bisa diindikasikan satu persatu sekaligus. Oleh karena itu, dengan pemenuhan vitamin D dalam tubuh diharapkan dapat mengurangi rasa kantuk. Bagi Anda yang belum membiasakan untuk meminum susu setiap hari mungkin bisa melakukannya dan merasakan sendiri efeknya. Tentu jauhkan dulu diri Anda dari mitos buruk tentang minum susu dan rasa kantuk. Ada baiknya memenuhi kebutuhan vitamin lainnya agar tubuh tetap fit dan jauh dari rasa kantuk sebelum waktunya.

Back to Top