LSM Mendesak Pemenuhan vitamin D dengan Sering Keluar Rumah

Akhir-akhir ini di Inggris, banyak LSM yang menyuarakan untuk pergi keluar rumah demi meningkatkan taraf hidup sehat terutama terhadap penggunaan vitamin D. Karena banyaknya suplemen vitamin D yang beredar di pasaran mengakibatkan banyak orang di Inggris jarang keluar rumah untuk bersosialisasi walau hanya sebentar saja. Sehingga LSM-LSM tersebut menyuarakan untuk masyarakat Inggris lebih sering berada di luar rumah untuk memanfaatkan sinar matahari demi meningkatkan vitamin D selain juga dalam rangka lebih bersosialisasi masyarakat dengan lingkungan sekitar. Namun di Indonesia, perbandingan antara penggunaan vitamin D dengan banyaknya mereka yang berada di luar rumah ternyata lebih banyak yang berada diluar rumah. Perbedaan inilah yang akan dibahas terutama tentang penggunaan vitamin D di Inggris baru-baru ini.

Pro dan Kontra Penggunaan Vitamin D

Bagi LSM di Inggris sebenarnya penggunaan vitamin D tidak diperlukan. Karena vitamin D sendiri akan diciptakan tubuh dengan cara tubuh yang terpapar sinar matahari dapat membentuk vitamin D untuk tubuh. Sedangkan fakta di lapangan membuktikan bahwa penggunaan vitamin D yang beruba suplemen lebih banyak dari yang seharusnya. Karena penjualan vitamin D cukup laris di Inggris.

Hal ini dipicu karena pemerintah mereka sendiri merekomendasikan suplemen vitamin D untuk wanita hamil dan anak-anak usia balita. Kemudian LSM tersebut menyatakan bahwa setidaknya vitamin D bisa diproduksi tubuh sama dengan suplemen yang diminum setidaknya dalam waktu beberapa menit lamanya. Kepala medis di Inggris ternyata lebih pro terhadap pemerintah karena didapatnya data bahwa anak-anak dan wanita hamil lebih banyak kekurangan vitamin D sehingga dibutuhkan suplemen vitamin D untuk memenuhinya.

Belum lagi didukung bukti bahwa seperempat penduduk di Inggris tidak memenuhi kebutuhan vitamin D dengan tepat yaitu ibu hamil. Belum lagi data untuk lansia usia 65 tahun keatas dan juga anak-anak balita. Fungsi vitamin D sendiri untuk menguatkan tulang, gigi, mengatasi masalah otot, dan mencegah rakhitis pada anak. Selain itu vitamin D berfungsi untuk menyerap kalsium lebih banyak ke dalam tubuh.

Saran yang Dianggap Tepat

Saran yang dianggap tepat dan mudah dinyatakan oleh medis Inggris lainnya bahwa tubuh memerlukan keluar dari ruangan setidaknya beberapa menit agar kulit terkena sinar matahari kemudian ditambah dengan konsumsi vitamin D itu sendiri. Dinyatakan juga bahwa sinar UV di Inggris tidak cukup kuat untuk pembentukan vitamin D dalam tubuh secara maksimal. Belum lagi di musim dingin, atau di cuaca yang sering hujan seseorang tidak mendapatkan sinar UV yang cukup sehingga masih perlu penambahan vitamin D.

Bahkan rekomendasi vitamin D ini sebenarnya tidak langsung merujuk pada penggunaan suplemen vitamin. Namun lebih kepada menganjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin D seperti ikan salmon, tuna, sarden. Lalu juga makanan seperti sereal dan beberapa margarin.

Untuk Indonesia sendiri, perlunya konsumsi vitamin D memang harus diperbanyak. Dikarenakan gaya hidup modern yang kurang baik dengan banyaknya aktivitas diluar rumah yang tidak diimbangi dengan makan makanan bergizi. Selain itu juga kurang aktifnya masyarakat memenuhi kebutuhan makanan hewani terutama ikan. Daging ayam lebih digemari di Indonesia.

Perdebatan antara LSM dengan pemerintah Inggris ini setidaknya lebih mendewasakan masyarakat disana. Dimana tentu perlunya menyeimbangkan gaya hidup modern tidak hanya mengkonsumsi suplemen vitamin. Namun juga memenuhi dengan cara lain yang lebih alami lagi. Baik dari tindakan maupun makanan alami.

referensi : http://www.bbc.co.uk/news/health-17488002

Be the first to comment on "LSM Mendesak Pemenuhan vitamin D dengan Sering Keluar Rumah"

Leave a comment