WIKIVITAMIN.COM

informasi, berita, dan isu kesehatan seputar vitamin & mineral

Sumber Vitamin D yang Utama


Sumber vitamin D dalam makanan memang banyak ditemui. Namun terkadang kita tidak mengetahui, dalam suatu makanan terdapat kandungan vitamin apa saja. Misalnya dalam buah, apa benar jeruk itu hanya mengandung vitamin C? Hal itu perlu kita cari informasinya lebih lanjut kan? Agar kita mampu melengkapi kebutuhan vitamin harian. Seperti makanan berikut, susu, kuning telur, minyak ikan, ikan berlemak, ikan sarden, keju dan mentega, jamur, udang, sereal, yoghurt adalah makanan yang mengandung vitamin. Tapi apakah anda tahu vitamin yang terkandung di dalamnya? Nah, pada artikel ini, kami akan menyajikan lebih lanjut sumber makanan diatas ternyata mengandung vitamin D lebih banyak daripada sumber makanan yang lainnya.

Banyak ibu muda saat ini yang melarang anak mereka bermain di luar rumah karena alasan, “nak panas loh, nanti jadi item kulitnya kepanasan. Jangan main di panas-panasan ya.” padahal sinar matahari adalah salah satu pengaktif vitamin D yang tersimpan dalam tubuh. Untuk tumbuh kembang anak ini sangat bagus walau memang tidak dibenarkan untuk berlama-lama di bawah terik matahari, namun edukasi yang salah pada anak mengakibatkan anak sendiri enggan keluar rumah saat usianya beranjak remaja. Bahkan di Negara maju seperti Amerika Serikat, banyak masalah kesehatan pada remaja timbul karena sang ibu tidak mengijinkan mereka bermain di bawah sinar matahari ini. Sehingga vitamin D pada tubuh tidak diolah optimal untuk konsumsi vitamin D harian pada tubuh. Namun, tetap perlu diperhatikan sumber vitamin D yang dikonsumsi sebelum membiarkan anak bermain di luar rumah.

Sinar Matahari

sinar matahari sumber vitamin d utama

image courtesy of siraphat/ freedigitalphotos.net

Memang sulit mempercayai bahwa terpapar sinar matahari secara berlebihan dapat mengakibatkan kanker kulit namun disatu sisi tubuh tetap harus rutin terpapar sinar matahari. Karena memang vitamin D ini adalah hormon pada kulit. Saat kulit terpapar sinar matahari, terutama UV-B, maka akan diubahnya hormon itu menjadi vitamin D. Lalu akan disimpan di hati dan diaktifkan di ginjal untuk membantu tubuh Anda menyerap kalsium dan fosfor. Seperti pada iklan TV memang benar untuk membantu tumbuh kembang tulang anak melalui konsumsi kalsium, tetapi akan lebih baik mengajak anak bermain di luar untuk mendapatkan vitamin D secara optimal.

Jadi memenuhi sumber vitamin D dengan paparan sinar matahari itu benar. Karena sumber makanan yang mengandung vitamin D yang sedikit memberikan keuntungan lebih untuk fokus pemenuhan vitamin yang lain. Vitamin D dalam tubuh berbentuk provitamin D, sehingga pengaktifannya menjadi vitamin perlu bantuan sinar matahari. Hal ini optimal pada anak-anak. Karena pada anak-anak yang biasa bermain diluar rumah pagi atau sore hari lebih dapat memenuhi kebutuhan vitamin D nya. Jangan terlalu takut dengan sinar  matahari, asalkan tepat dan mengatur waktu berada di bawah terik matahari, vitamin D harian pun tercukupi dan tetap sehat serta tetap terhindar dari kanker kulit.

Susu

Susu terbagi menjadi dua yaitu susu dari hewan seperti sapi dan kambing serta susu dari tumbuhan seperti susu kedelai. Susu sendiri adalah penyumbang vitamin D terbanyak dari sumber makanan lain. Susu penting karena saat bayi pun sudah dikonsumsi dari ASI. Susu dari ibu kepada bayinya sendiri dianjurkan diberikan hingga usia maksimal 2 tahun. Kemudian dilanjutkan dengan meminum susu baik natural langsung dari sapi atau kambing (tanpa olahan pabrik) atau dengan susu olahan pabrik. Sehingga tumbuh kembang anak akan optimal saat konsumsi susu ini diteruskan hingga dewasa. Susu yang dikonsumsi harian mengandung vitamin D sebanyak 98 IU atau 25% yang dibutuhkan oleh tubuh. Terutama dalam bentuk tulang dan kekuatan tulang pada tubuh. Pastikan juga susu yang Anda konsumsi ini rendah lemak.

Kuning Telur

Kuning telur? Ya, kuning telur juga mengandung banyak vitamin D. Sekitar 40 IU vitamin D pada kuning telur baik pada unggas jenis apapun. Padahal tubuh kita memerlukan setidaknya 400 IU vitamin D untuk 1 hari. Tidak perlu dipaksakan untuk mengkonsumsi vitamin D secara banyak jika dikalikan memang Anda harus mengkonsumsi kuning telur sampai 10 kali perhari. Tapi itu adalah perhitungan ideal dari penelitian, tidak sampai 400 IU vitamin D perhari bukan berarti anda tidak sehat, tapi tetap harus dikonsumsi vitamin D itu.

Minyak Ikan, Ikan Berlemak dan Ikan Sarden

Sumber makanan dari ikan juga membantu Anda dalam pemenuhan konsumsi vitamin D harian. Hasil olahan ikan dapat dijadikan satu karena fungsi dan kandungan vitamin D pada olahan ikan juga mengandung omega 3. Biasanya sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang otak pada anak. Olahan ikan ini memang sudah banyak terdapat dalam bentuk olahan pabrikan, seperti minyak ikan dan sarden kalengan. Dengan mengkonsumsi sebanyak 85 gram ikan sarden kalengan Anda sudah memenuhi setidaknya vitamin D 200 IU atau sebanyak 50% konsumsi harian. Untuk mengkonsumsinya Anda perlu memperhatikan juga kandungan vitamin D nya, karena tidak semua olahan ikan, minyak ikan, ikan berlemak, dan ikan sarden yang dijual memiliki kandungan vitamin D yang dibutuhkan, bisa lebih kecil, atau lebih besar. Perhatikan juga tanggal kadaluarsanya. Untuk ikan berlemak, seperti salmon, Anda cukup mengkonsumsinya setiap 100 gram perhari maka setara dengan 360 IU vitamin D atau 90% kebutuhan harian Anda. Tidak heran jika ikan salmon juga merupakan ikan mahal untuk dikonsumsi harian namun tidak heran manfaatnya juga besar.

Keju dan Mentega

Keju dan mentega juga merupakan sumber makanan olahan. Karena keju merupakan makanan olahan dari susu yang dicampur berbagai bahan agar dapat mengeras, membeku dan berasa sedikit asin. Karena olahan susu, maka sangat jelas keju dan mentega juga mengandung banyak sekali vitamin D. Apalagi keju sendiri dibekukan dengan mengurangkan kandungan air pada susu. Jika pada susu terdapat kandungan air 87% maka dalam keju bisa menjadi 36%. Namun akan berlebih pada kandungan lemaknya meningkat sampai 6 kali dan juga protein yang meningkat sampai 8 kali. Berbeda dengan mentega, karena kandungan airnya menjadi 17% sedangkan lemaknya bisa mencapai 20 kali dari lemak susu dan proteinnya tidak terkandung. Untuk keju, Anda dapat mengkonsumsi selembar keju dan mencukupi vitamin D sebanyak 12 IU atau 4% yang dibutuhkan secara harian. Jika Anda mengalami masalah pada kandungan lemak pada keju dan mentega, Anda tetap bisa menkonsumsi susu saja.

Jamur

Jamur adalah tanaman yang mengandung vitamin D lebih banyak dari tanaman lain. Tapi tidak semua jamur yang dikonsumsi mengandung vitamin D yang banyak. Diketahui bahwa jamur mengandung senyawa ergosterol, yang dapat diubah dalam tubuh menjadi vitamin D ketika terkena sinar matahari. Namun untuk mendapatkan jamur dengan kualitas vitamin D yang tinggi, jamur yang sebelumnya sedikit terkena sinar matahari perlu dipanaskan pada sinar matahari langsung dalam beberapa jam. Setelah itu akan didapati vitamin D pada jamur lebih dari 100%. Biasanya dalam jamur sejenis tiram, 85 gramnya mengandung 272 IU vitamin D atau setara 68% yang dibutuhkan oleh tubuh secara harian.

Udang

Hewan perairan yang satu ini ternyata juga banyak mengandung vitamin D. Jika Anda memakan udang sebanyak 85 gram, maka Anda sudah mengkonsumsi vitamin D sebanyak 129 IU atau sebanyak 32% kebutuhan vitamin D yang diperlukan tubuh. Namun untuk sebagian orang, konsumsi udang bisa menyebabkan alergi. Sehingga Anda perlu memperhatikan konsumsi ini untuk Anda sendiri jika Anda memiliki alergi terhadap masakan air laut atau tawar.

Sereal

Sereal dalam kemasan yang banyak dijual dipasaran sudah mengandung vitamin D. Dengan artian sangat aman untuk dikonsumsi harian. Apalagi vitamin D yang terkandung biasanya cukup rendah sekitar 10% dari yang dibutuhkan oleh tubuh atau sekitar 40 UI. Namun tetap diperhatikan bahwa sereal merupakan sintesis kimia sehingga mengkonsumsi makanan berpengawet ini perlu diawasi. Datanglah ke dokter jika mengalami kendala masalah tubuh saat mengkonsumsi sereal.

Dari beberapa varian sumber makanan yang mengandung vitamin D diatas, pilihlah mana yang Anda suka. Pilihlah juga yang tidak berlebihan saat Anda mengkonsumsinya berlebih. Jika memang makanan harian Anda tidaklah banyak mengandung vitamin D, Anda bisa melengkapinya dengan suplemen vitamin D.

Back to Top