Mengenal Vitamin D2 dan Vitamin D3

Vitamin D ini dikenal ada 4 jenis yaitu vitamin D1 atau ergostenin, vitamin D2 atau ergokalsiferol, vitamin D3 dan vitamin D4. Dimana kegunaan dari vitamin D ini dapat menyerapan kapur dan fosfor dari usus. Penyerapan kalsium ke dalam tubuh. Serta mempengaruhi kelenjar endokrin. Kali ini pada artikel ini akan dibahas tentang vitamin D2 dan vitamin D3 dari berbagai sisi yang bisa kami bahas. Tentu untuk mengenalkan lebih jauh tentang vitamin D ini pada Anda.

Perbedaan Vitamin D2 dan Vitamin D3

Vitamin D2 dan vitamin D3 ini termasuk vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin D merupakan vitamin senyawa sterol yang dapat ditemukan di hewan (terutama) dan ragi. Perbedaannya terletak bahwa vitamin D2 terdapat pada tanaman. Sedangkan vitamin D4 terdapat pada hewan. Keduanya juga memiliki struktur kimia yang berbeda. Walaupun tetap sama-sama vitamin D yang punya kegunaan yang mirip untuk tubuh. Perbedaan pada vitamin D2 memiliki stuktur kimia dengan percabangan lebih banyak CH3 dan H. Untuk vitamin D3 memiliki struktur kimia dengan percabanyan lebih banyak CH3 dan OH.

Dari perbedaan diatas tentang vitamin D2 dan D3 memiliki beberapa kesamaan seperti antirachitis. Kemudian berperan sebagai homeostatis kalsium dan fosfor. Dan kofaktor enzim seperti lipase dan ATP-ase. Lalu bagaimana dengan sumber makanannya? Apakah berbeda antara sumber makanan untuk vitamin D2 dengan vitamin D3? Tentu ada perbedaan. Perbedaan itu bisa Anda lihat di bawah ini.

Sumber Vitamin D2 (ergokalsiferol)

Ada sumber makanan yang kita kenal mengandung vitamin D2. Namun sangat sedikit. Seperti jamur atau ragi mengandung vitamin D2 setelah terpapar sinar matahari saat dipanen (pembudidayaan jamur) daripada sayuran lainnya. Jamur ini yang bisa dikonsumsi terutama jamur shitake, jamur putih, jamur kancing. Untuk jamur kancing putih jika sudah terpapar sinar matahari sejak dipanen akan menghasilkan vitamin D ini lebih dari 400% dibandingkan sebelum terpapar sinar matahari. Ini juga akan meningkatkan kandungan vitamin D2 tersebut dalam jamur kancing itu. Sisanya terdapat pada daging dan ikan seperti ikan tuna, ikan salmon, dan ikan cod. Makanan olahan seperti sereal, kuning telur, udang, susu, juga mengandung vitamin D2 ini. Tapi sekali lagi sangat sedikit. Bahkan untuk makanan olahan bisa tidak mencantumkan prosentasi vitamin D2 karena memang sangat sedikit untuk diprosentasikan.

Sumber Vitamin D3 (kolekalsiferol)

Sedangkan untuk vitamin D3 lebih banyak dihasilkan di dalam tubuh dan sumber hewani. Karena vitamin D3 adalah bentuk  aktif dari provitamin D dalam tubuh. Bentuk aktivasi ini nantinya akan dibahas pada paragraf selanjutnya. Tentu yang mana vitamin D3 didapatkan saat tubuh terpapar sinar matahari. Lalu bagaimanakah yang melindungi kulitnya terus menerus dari sinar matahari? Sinar matahari berupa UV-B merupakan sinar radiasi. Sehingga saat benar-benar tidak ada cahaya matahari yang mengenai diri seseorang saat itulah matahari tidak membantu proses pengaktifan provitamin D menjadi vitamin D.

Proses Aktivasi Provitamin D (Vitamin D3) dalam Tubuh

Biasanya dinamakan provitamin D adalah bentuk vitamin D yang belum sempurna. Sehingga masih butuh proses lagi didalam tubuh untuk menjadikannya vitamin D. Provitamin D inilah yang diubah di dalam organ hati sehingga berubah menjadi bentuk 2,5 dihidroksikolekalsiferol kemudian diubah lagi menjadi 1,25 dihidroksikolekalsiferol dengan bantuan parathormon pada renal. Inilah proses aktivasi provitamin D dalam tubuh. Karena 1,25 dihidroksikolekalsiferol merupakan vitamin D yang paling aktif yang mampu meningkatkan efek absorbsi ke dalam tubuh berupa kalsium dan fosfat di usus, di reabsorbsi di ginjal, serta mobilitasnya dari tulang.

Secara lengkap proses aktivasi ini sebagai berikut. Saat kadar kalsium dalam darah menjadi rendah, kelenjar paratiroid kemudian mengeluarkan hormon parathormon yang akan merubah kalsidiol menjadi kalsitriol. Lalu proses ini terjadi dimitokondria tubulus proksimalis di ginjal, yaitu 25-hidroksi vitamin D3 mengalami hidroksilasi pada posisi pertama menjadi 1α- 25-dihidroksi vitamin D3, tentu dengan bantuan enzim 1α-hidroksilase. Kemudian senyawa 1α-25-dihidroksi vitamin D3 inilah yang merupakan metabolit vitamin D3 dan juga yang paling kuat berperan dalam meningkatkan absorbsi kalsium dalam usus kemudian reabsorbsi kalsium dalam ginjal.

Saat kadar kalsium darah menjadi tinggi, kelenjar gondok (tiroid) mengeluarkan hormon kalsitonin (calcitonin) yang akan mengubah kalsidiol menjadi 24,25-dihidroksi vitamin D3. Tentu dengan adanya peran enzim 24-hidroksilase yang menghidrolisis 25-hidroksi vitamin D3 pada posisi 24. Metabolit24, 25-dihidroksi vitamin D3 ini adalah bentuk vitamin D inaktif, yang mana berkepentingan dalam upaya peningkatan absorbsi kalsium dari usus, tetapi juga menurunkan kalsium dan fosfor untuk meningkatkan mineralisasi tulang. Karena fungsinya yang erat akan kalsium inilah yang menyebabkan banyaknya penderita penyakit tulang pada mereka yang kekurangan kalsium pada tubuhnya.

Fungsi Vitamin D

Fungsi vitamin D tentu yang berkaitan dengan kalsium dan fosfor. Seperti fungsinya untuk memperkuat tulang dengan menyerap kalsium. Di Negara barat vitamin D digunakan untuk menjaga optimalitas otak. Vitamin D juga dapat mengurangi frekuensi penyakit asma. Sampai rendahnya penyakit kanker yang menyerang seseorang yang mengkonsumsi vitamin D. Apapun manfaat vitamin D yang masih banyak dan terus di teliti, tidak ada salahnya kita juga mengkonsumsi sumber makanan yang mengandung vitamin D ini.

Be the first to comment on "Mengenal Vitamin D2 dan Vitamin D3"

Leave a comment