Menguatkan Kesehatan Tulang dengan Brokoli dan Bayam?

Studi kasus terbaru yang telah dilakukan di Rensselaer Polytechnic Institute menunjukkan bahwa untuk pertama kalinya bagaimana protein osteocalcin kurang dipahami dalam peranan penting dalam kekuatan tulang. Namun penemuan baru ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk penyakit tulang seperti osteoporosis serta mengurangi resiko tulang mudah patah. Fakta lain adalah US National Institutes of Health telah mendanai penelitian tentang mekanisme tulang patah pada tulang manusia. Penelitian ini melakukan uji coba melubangi tulang sebanyak 500 lubang seukuran atom. Ternyata saat tulang ini disimulasikan untuk berjalan, dan aktivitas lainnya, sepasang protein yaitu osteopontin dan osteocalcin menutupi lubang yang telah dibuat itu. Sehingga mencegah tulang mengalami kerusakan lebih lanjut. Jika protein tersebut tidak ada maka dimudahkan tulang mengalami rusak dan patah dalam durasi yang lebih cepat.

Kemudian penelitian berlanjut tentang penelitan yang melibatkan ukuran nano pada lubang tulang tersebut. Seperti yang dikatakan oleh kepala Departemen Biomedical Engineering di Rensselaer, Deepak Vashishth bahwa studi terbaru ini tentang peran osteocalcin dapat mempertahankan bentuk tulang agar tidak mudah patah dan rapuh. Apalagi osteocalcin menutup titik terkecil yang lubang pada tulang sehingga penguatan tulang bisa menyeluruh.

Brokoli dan Bayam

Ternyata brokoli dan bayam dapat menjadi solusi terbaik untuk perawatan tulang hingga ukuran mikronya. Karena vitamin K banyak terdapat pada bayam dan brokoli. Sekaligus membantu protein osteocalcin untuk menambah jumlahnya secara alami pada tubuh. Tentu hal ini juga dibantu dengan konsumsi kalsium ke dalam tubuh. Kalsium yang dikonsumsi bersama dengan vitamin K membantu lebih optimalnya protein osteocalcin menutupi lubang nano pada tulang tubuh. Semakin baik konsumsinya maka semakin baik juga kesehatan tulangnya.

Penelitian tentang osteocalcin ternyata cukup menarik. Dimana osteocalcin dapat diperkuat hubungannya dengan osteopontin. Dengan menambah pasokan alami kedua protein tersebut seperti yang telah dijelaskan sebelumnya dapat mengurangi dampak resiko dari osteoporosis. Osteocalcin ini harus dalam bentuk terkarboksilasi agar mampu diserap optimal ke dalam tulang. Lalu protein itu terkarboksilasi oleh vitamin K. Sehingga dibutuhkan konsumsi alami berupa brokoli dan bayam. Karena para peneliti sekarang pun yakin tidak hanya kalsium saja yang berperan penuh dalam kekuatan tulang yang ada pada tubuh. Namun juga peran dari sayur-sayuran hijau.

Peneliti menyarankan agar tetap mengkonsumsi kalsium sebagai sumber referensi yang sudah paten dapat memperkuat jaringan tulang. Lalu juga berolah raga secara teratur agar metabolisme tubuh dapat bekerja optimal serta melatih kekuatan tulang. Kemudian mengkonsumsi makanan bergizi lainnya sebagai penyeimbang agar tubuh tetap sehat serta menyehatkan tulang. Lalu berapakah kandungan vitamin K yang dibutuhkan setiap harinya?

Sayuran dan Buah yang Mengandung Vitamin K

Kebutuhannya tentu cukup banyak, tapi kenali dulu sayuran yang paling banyak mengandung vitamin K. Pertama yaitu buah kiwi yang mengandung 40 mcg vitamin K, kedua buah alpukat yang mengandung 81 mcg vitamin K. Ketiga buah anggur mengandung 22 mcg vitamin K. Untuk sayurannya ada asparagus yang mengandung 416 mcg vitamin K. Lalu ada sayuran brokoli yang mengandung vitamin K sebanyak 155,20 mcg. Terakhir yaitu sayuran bayam yang mengandung 89 mcg vitamin K. Semua itu menurut takaran 100 gramnya. Sehingga dirasa cukup banyak yang bisa kita konsumsi untuk menambah sehat tubuh serta menambah sehatnya tulang. Penuhi kebutuhan sayuran serta kalsium untuk menghindari diri dari penyakit tulang.

referensi: http://www.sciencedaily.com/releases/2012/12/121211130210.htm

Be the first to comment on "Menguatkan Kesehatan Tulang dengan Brokoli dan Bayam?"

Leave a comment