Penelitian Terhadap Vitamin E dan Penurunan Dampak Luka Bakar

Hasil fakta bahwa ternyata kasus luka bakar di dunia lebih banyak yang terjadi dari apa yang dibayangkan. Lalu para ilmuwan di Universitas Ohio mengatakan bahwa mereka telah menemukan cara untuk mengurangi luka bakar hingga 50% pada cedera awal dengan memanfaatkan vitamin E alami. Berita tentang penelitian ini pun berlanjut. Dimana peneliti matematika dan kedokteran regenerative membuat model 3 dimensi yang dapat memprediksi seberapa dalam dan luas luka bakar menyebar pada tubuh di 12 jam cedera pertamanya.

Model 3 dimensi ini membantu dokter untuk memilih perawatan yang tepat bagi pasien yang mengalami luka bakar dimana sebelumnya hal ini tidak bisa dilakukan. Model matematika yang dikembangkan telah memberikan objektivitas akan luka bakar yang meluas jika dibiarkan terus menerus dan memberikan langkah lebih baik untuk membentuk hipotesis tentang penelitian luka bakar ini.

Vitamin E yang Dikembangkan Oleh Peneliti untuk Luka Bakar

Di kota Ohio juga telah didukung oleh penyandang dana yaitu pusat klinik dan translasional bahwa dengan menggunakan vitamin E alami atau yang disebut dengan tocotrienol bahwa secara signifikan dapat mengurangi jumlah kerusakan pada jaringan kulit yang disebabkan oleh peroksidasi lipid. Hal itu adalah proses dimana bahan kimia yang dilepaskan pada kulit hingga merusak kulit dan jaringannya sehat disekitarnya.

Peneliti mengungkapkan bahwa pemberian vitamin E alami pada sebuah formula obat luka bakar dapat mengganggu reaksi kimia pada kulit yang terbakar. Sehingga dirasa cukup ampuh dalam mengobati luka bakar pada kulit. Sebelumnya telah lebih dari 1 dekade untuk penggunaan antioksidan topical untuk memutuskan jaringan peroksidasi lipid namun tocotrienol atau vitamin E alami ini telah menunjukkan kemajuan yang lebih baik dalam pengobatan terhadap luka bakar.

Peneliti mengungkapkan setelah kulit yang terbakar diberi oleh vitamin E alami maka luka bakarnya mengalami perlambatan penyebaran. Hal ini dilakukan terus menerus hingga 12 jam pertama luka bakar yang diderita kulit. Sebelum diujikan pada manusia, peneliti menggunakan kulit babi sebagai pengganti kulit manusia. Dengan artian, peneliti belum menemukan formulasi yang tepat yang dapat diproduksi dalam suatu pengobatan massal untuk pasien luka bakar. Dengan harapan bahwa di tahun mendatang proses matematika dan dunia kedokteran ini akan memunculkan pengobatan terbaru bagi kedokteran. Dengan kolaborasi antara peneliti kedokteran dan ilmuwan matematika ini, fungsi dari pengobatan modern akan lebih terasa bermanfaatnya.

Fakta Luka Bakar dan Vitamin E lainnya.

Di Amerika Serikat saja setiap tahunnya ada setidaknya 500.000 orang yang mengalami luka bakar dari kondisi ringan yang hanya merusak lapisan atas kulit sampai kondisi berat yang merusak jaringat otot dan ligament pada tubuh. Di Indonesia sendiri vitamin E sudah digunakan dalam konsumsi sehari-hari bagi perlindungan tubuh terhadap sinar matahari yang menyebabkan kerusakan jaringan kulit akibat sinar UV yang terpapar setiap hari mengenai kulit. Hal ini fakta yang menarik karena kulit yang terbakar akibat sinar UV yang merusak sistem jaringan kulit dapat mengakibatkan kanker kulit dan sejenisnya. Dengan gejala yang ditandainya kulit berubah pigmen warnanya.

Karena berita tentang vitamin E dan kemajuan pengobatan akan luka bakar akan segera didapatkan. Apalagi di Indonesia penggunaan vitamin E ini lebih dari cukup melalui produk-produk kecantikan ataupun kesehatan kulit. Sehingga jika benar adanya penelitian tersebut menunjukkan hasil, tingkat luka bakar pada pasien di dunia akan mendapatkan pengobatannya yang terbaik.

referensi : http://www.sciencedaily.com/releases/2012/12/121206121808.htm

Be the first to comment on "Penelitian Terhadap Vitamin E dan Penurunan Dampak Luka Bakar"

Leave a comment