Pengertian dan Manfaat Piridoksin (Vitamin B6)

Setelah mengenal vitamin B kompleks yang pernah dijabarkan seperti vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B5 dan pada artikel ini akan dibahas vitamin B6. Mengenal pengertian dan manfaat vitamin B6 atau dikenal juga piridoksin mampu menambah wawasan Anda dalam pemenuhan Anda dalam konsumsi sumber makanan alami yang mengandung vitamin B kompleks. Sehingga pemenuhannya pun bisa maksimal setiap hari. Dalam artikel ini akan dijelaskan pengertian piridoksin, manfaat piridoksin, akibat kekurangan piridoksin, makanan yang mengandung piridoksin (vitamin B6). Sebarkan informasi bermanfaat ini ke orang-orang terdekat Anda agar mereka pun semakin sadar akan nikmatnya hidup sehat dengan pemenuhan vitamin sehari-hari.

Pengertian Piridoksin

Apa itu piridoksin? Piridoksin adalah merupakan vitamin B kompleks yang termasuk senyawa larut dalam air. Bersifat sebagai koenzim dalam metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang nantinya menjadi energi yang digunakan tubuh untuk beraktivitas. Selain itu, metabolismenya juga menyangkut asam amino dan juga sistem imunitas. Sehingga membantu tubuh tetap prima dan tahan terhadap serangan penyakit. Vitamin B6 ini memiliki 6 jenis bentuk kimia dan tentu paling sering didapatkan pada sayuran. Piridoksin memiliki rumus molekul yaitu C8H11NO3 kemudian memiliki massa molar 169,18 g/mol dan memiliki titik lebur 159-162oC. Piridoksin sendiri ditemukan pada tahun 1934 dimana ditemukan saat meneliti kacang-kacangan. Hingga sekarang dapat diproduksi luas untuk masyarakat pada umumnya.

Manfaat Piridoksin

Setelah mengenal pengertian dari piridoksin tentu juga harus mengenal manfaat dari piridoksin itu sendiri. Asam amino dalam tubuh dapat dipecah menjadi lebih sederhana karena penggunaan vitamin B6 ini. Sehingga dapat diserap melalui usus. Selain itu juga berperan dalam pemecahan protein sehingga dapat juga membentuk senyawa seperti dopamine, histamin, serotonin dan adrenalin. Tentu serotonin dimanfaat dalam sistem imunitas tubuh. Bahkan dalam mengurangi rasa sakit pada wanita yang sedang mengalami menstruasi. Secara lebih umum, manfaat dari penggunaan piridoksin ini untuk tubuh adalah pencegahan penyakit jantung, lalu digunakan dalam siklus menstruasi dan kehamilan. Kemudian berperan dalam perkembangan otak, meningkatkan energi pada tubuh agar bisa lebih berstamina, meningkatkan sistem imunitas, menjaga kadar gula dalam darah serta menjaga sistem saraf pada tubuh. Karena manfaatnya begitu penting inilah penggunaannya perlu diperhatikan lagi untuk setiap hari.

Akibat Kekurangan Piridoksin

Kasus kekurangan vitamin B kompleks di jaman sekarang ini hampir tidak pernah terjadi. Jika pun ada penyakit beri-beri pun tidak disebabkan karena kekurangan vitamin B6 walaupun merupakan penyakit yang disebabkan oleh jenis vitamin B kompleks lainnya. Secara lebih kompleks kekurangan vitamin B6 ini dapat mengakibatkan penyerapan sari makanan di usus terganggu. Sehingga tubuh akan menurun kondisinya karena kekurangan gizi akibat hal ini. Biasanya terjadi pada mereka yang lebih suka mengkonsumsi alkohol. Berlebihan terhadap konsumsi obat jenis isoniazid dapat juga menyebabkan fungsi kerja vitamin B6 tidak berfungsi dengan baik. Dampak defisiensi atau kekurangan vitamin B6 ini adalah dermatitits, mulut yang meradang, sampai insomnia. Bahkan seharusnya manfaat yang dapat diperoleh dari konsumsi vitamin B6 ini seperti yang telah dijelaskan diatas malah dapat sebaliknya, menjadi sebab dari penyakit lainnya.

Makanan yang Mengandung Piridoksin (Vitamin B6)

Piridoksin memang banyak terdapat di sayur-sayuran. Namun penelitian pertama kali menemukannya pada kacang, tentu dimungkinkan juga terdapat pada sumber makanan alami lainnya. Piridoksin atau vitamin B6 ini terutama terdapat pada sayuran. Misalnya seperti sayur paprika, sayur lobak, dan sayur bayam. Pada takaran paprika 1 cangkir saja mampu memenuhi 0,27 mcg vitamin B6. Kemudian pada buah-buahan juga mengandung vitamin B6. Seperti pada buah pisang, buah alpukat, buah tomat, buah melon, buah semangka. Pada takaran 1 buah pisang saja sudah mengandung vitamin B6 sebanyak 0,43 mcg.

Kemudian ternyata selain ada di buah dan sayuran, vitamin B6 juga terdapat pada daging hewan. Seperti daging sapi, rusa, kambing dan domba. Lalu daging ikan seperti ikan cod, ikan salmon, ikan tuna juga mengandung vitamin B6. Seperti daging hati sapi mengandung 1,03 mcg vitamin B6 dalam takaran 100 gramnya. Lalu untuk daging ikan tuna sendiri memiliki kadar kandungan vitamin B6 sebanyak 1,18 mcg dengan takaran 4 ons ikan tuna.

Berapakah konsumsi harian vitamin B6 ini yang dianjurkan? Tergantung dari berbagai usianya. Namun secara jelas, konsumsi vitamin B6 secara ideal perhari tidaklah lebih dari 2 mcg. Walaupun jika berlebihan pun, vitamin B6 ini akan larut dan dibuang melalui urin. Dosis alami memang tidak bisa kita takar sendiri. Walaupun tubuh menerima vitamin B6 tidaklah selalu pas, sehingga daripada kekurangan vitamin, lebih baik kelebihan. Perlu diingat bahwa penggunaan suplemen dianjurkan dalam kondisi khusus seperti memang penyerapan gizi pada usus terhadap serat makanan yang masuk ke dalam tubuh tidak dapat dimaksimalkan untuk di serap. Jikapun ingin tetap mengkonsumsi suplemen, tidak digunakan terus menerus dalam jangka waktu yang panjang. Pertama karena suplemen vitamin sudah dicampur dengan berbagai macam zat sehingga dapat dikonsumsi massal, seperti adanya pengawet pada suplemen tersebut.

Be the first to comment on "Pengertian dan Manfaat Piridoksin (Vitamin B6)"

Leave a comment