Penurunan Kognitif Akibat Defisiensi Vitamin B12

Semakin bertambahnya usia, kognitif atau bagaimana pikiran mempengaruhi daya kerja tubuh semakin turun. Apalagi jika seseorang telah mencapai usia senja, antara usia 50 tahun sampai 75 tahun daya kognitifnya menurun. Lalu beberapa fakta dikemukakan di artikel ini mengenai penelitian tentang vitamin B12 yang menurun teryata berpengaruh pada kognitif seseorang. Sehingga kita pun perlu untuk mengetahui bagaimana mengatasi masalah ini untuk kesehatan diri sendiri dimasa depan nanti.

Fakta Penelitian Tentang Vitamin B12 dan Kognitif Manusia

Penelitian di USDA HNRCA di Universitas Tufts menunjukkan bahwa resiko lebih besar akan dihadapi oleh mereka orang dewasa yang telah lanjut usia. Menurut Martha Savaria Morris, Ph.D seorang peneliti di universitas tersebut dimana menggunakan uji coba terhadap pasien sebanyak 549 laki-laki dan perempuan dimana pasien diberikan daftar tugas dan pertanyaan untuk pasien berpenyakit dimensia atau kepikunan. Kemudian dibagi lima kelompok berdasarkan tingkat vitamin B12 di dalam tubuhnya.

Pada kelompok-kelompok tersebut ditemukan ternyata penurunan neuropsikiatri yang cepat berkaitan erat dengan defisiensi vitamin B12 yang cukup banyak. Apalagi efek kognitif tersebut semakin rendah jika vitamin B12 mengalami defisiensi yang berkelanjutan. Pada jurnal amerika geriatrics sendiri ditemukan bahwa data statistik setiap tahunnya pada masyarakat yang melakukan tes uji dimensia mengalami peningkatan. Ini menunjukkan adanya tambahan beberapa masyarakat yang mengalami masalah kognitif akibat kurangnya asupan vitamin B12.

Lalu penelitan berlanjut pada sebagian besar wanita yang memiliki tingkat pendidikan yang cukup tinggi yaitu lulusan kuliah. Dimana terjadi penurunan juga tentang nilai kognitif setiap tahunnya setelah diuji coba. Namun hal itu hanya memberikan gambaran umum. Dikatakan oleh  Paul Jacques, D. Sc direktur program epidemiologi dari universitas setempat yaitu penelitian mereka tidak mempengaruhi sebab-akibat secara langsung. Karena studi ini menunjukkan penurunan kognitif pada orang tua dimana ditandai semakin berkurangnya asupan vitamin B12 yang dikonsumsi.

Mengatasi Penurunan Kognitif dengan Vitamin B12

Vitamin B12 dapat ditemukan pada daging, unggas dan telur yang bisa kita makan sehari-hari. Karena sumber makanan tersebut merupakan sumber makanan yang banyak mengandung vitamin B12. Karena orang tua memiliki masalah biasanya pada pencernaan mereka sehingga kadar vitamin B12 pada sumber makanan alami perlu ditambah dengan suplemen vitamin B12 untuk memenuhinya. Hal ini juga bisa diterapkan di Indonesia dimana dimasa tua, orang tua lebih jarang memenuhi kebutuhan vitaminnya dibandingkan disaat muda dulu.

Membiasakan mengkonsumsi makanan sehat juga dapat membantu kita dimasa tua untuk tetap menjaga kognitif tubuh agar tetap terjaga. Banyak mereka yang dimasa tua mengalami kognitif tubuh yang kurang baik akibat kebiasaan dimasa muda yang cenderung hidup tidak sehat, banyak makan makanan yang tidak sehat, serta tidak mengkonsumsi vitamin secara tepat. Banyak fakta juga kita temukan pada orang Indonesia lanjut usia dimana mereka tetap sehat dan bugar karena kebiasaan hidup sehatnya sewaktu masih muda dijalankan terus menerus.

Vitamin B12 sendiri termasuk vitamin B kompleks dimana berfungsi mengubah sumber makanan yang masuk ke tubuh kita menjadi energi yang digunakan untuk beraktivitas. Bahkan vitamin B12 mencegah kelupaan, meningkatkan nafsu makan yang baik, serta mampu memperbaiki hubungan intim suami istri. Lantas jika kognitif kita terganggu, maka akan terganggu juga apa yang ingin kita kerjakan. Karena otak akan merespon lambat pada sistem gerak tubuh. Jadi penuhilah kebutuhan vitamin B12 untuk menjaga kognitif Anda.

referensi : http://www.sciencedaily.com/releases/2012/12/121205102613.htm

Be the first to comment on "Penurunan Kognitif Akibat Defisiensi Vitamin B12"

Leave a comment