WIKIVITAMIN.COM

informasi, berita, dan isu kesehatan seputar vitamin & mineral

Akibat Kekurangan Vitamin D


Penyakit yang menyerang masyarakat karena kekurangan vitamin D biasanya penyakit yang berhubungan dengan penyakit tulang. Orang-orang mengalami penyakit kekurangan vitamin D ini bisa terjadi pada masa usia masih anak-anak maupun saat lanjut usia. Kekurangan vitamin D tentu karena kurangnya terpapar sinar matahari ataupun asupan vitamin D yang kurang. Biasanya yang mudah dikonsumsi dari susu, tapi banyak yang tidak menyukai susu. Karena ikan lebih banyak mengandung vitamin D dan lebih sulit dikonsumsi baik dari segi harga maupun kadarnya serta sulitnya ditemukan di Indonesia (tidak semua ikan mengandung vitamin D), untuk itulah konsumsi makanan yang mengandung vitamin D perlu dilakukan sejak kecil. Penyakit seperti osteoporosis (kerapuhan tulang), diabetes, multiple sclerosis, rheumatoid arthritis, liver (hati), stroke (serangan jantung), Parkinson, vascular, alzheimer adalah jenis penyakit yang menyerang seseorang ketika keurangan vitamin D. Pada artikel ini akan dibahas satu persatu penyakit apa saja yang bisa terjadi, akibat kekurangan vitamin D.

Osteoporosis

Osteoporosis ini termasuk penyakit yang berkelanjutan atau menahun. Karena dampak secara langsungnya tidak ada. Pengeroposan tulang, kurangnya kepadatan serta kualitas tulang akibat kekurangan kalsium dan vitamin D ini dapat membuat seseorang menderita patah tulang dengan mudah. Penyakit osteoporosis ini ada 3 jenis yaitu yang menyerang lanjut usia, yang menyerang ketika anak-anak (juvenile idiopathic osteoporosis), serta akibat penyakit lain yang terkait dengannya.

Jika pada wanita usia senja, yaitu usia 50 tahun keatas. Wanita senja akan mengalami kekurangan esterogen. Hormon inilah yang membantu pengangkatan kalsium sampai ke tulang. Biasanya dampaknya wanita usia senja ini mengalami bongkok akibat osteoporosis. Penyakit osteoporosis akan meningkat pada wanita dua kali lipat diatas usia 70 tahun. Namun bukan berarti anak-anak dan wanita muda terhindar dari masalah ini. Karena ada kasus khusus akibat konsumsi obat-obatan dan lainnya yang belum diketahui sebabnya menjadikan wanita dewasa cepat terserang osteoporosis walaupun hormon esterogennya masih normal.

Diabetes

Diabetes erat kaitannya dengan kadar gula darah. Jika kadar gula darah tinggi maka dimungkinkan Anda kekurangan konsumsi vitamin D. Hemoglobin tipe A1c meninggi berarti kadar gula darah meninggi dan resiko terserang diabetes lebih tinggi. Yang mana dibutuhkan suplementasi vitamin D untuk mengontrolnya. Vitamin D mampu meningkatkan hormon insulin dan membuat hormon ini lebih peka terhadap glukosa sehingga kadar gula darah bisa di kontrol.

Walaupun secara langsung hubungan antara vitamin D dan diabetes ini tidak ada, tapi dari gejala dimana seseorang memiliki kadar vitamin D didalam tubuhnya lebih dari 30 ng/mL akan mudah terhindar dari kadar gula tinggi dan HDL (kolesterol baik) yang rendah. Ini berbeda pada orang yang memiliki kadar vitamin D didalam tubuhnya kurang dari 30 ng/mL. Untuk mengetahui kadar vitamin D dalam darah tentu anda harus mengeceknya melalui laboratorium. Karena bisa di ketahui juga nilai kadar gula darah serta HDLnya.

Multiple Sclerosis

Penyakit autoimun atau lebih dikenal dengan nama multiple sclerosis juga merupakan penyakit yang timbul akibat kekurangan vitamin D. Apa sih sebenarnya penyakit ini? Penyakit ini termasuk penyakit sistem syaraf yang mana disebabkan kerusakan selubung myelin sel saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan. Biasanya penyakit ini menyerang anak-anak yang kekurangan vitamin D. Autoimun bukan berarti imunitas seseorang meningkat. Tapi menurun secara bertahap. Sebabnya makanan yang mengandung vitamin D jarang di konsumsi pada anak. Biasanya anak enggan meminum susu yang banyak mengandung vitamin D ini.

Rheumatoid Arthritis

Penyakit ini adalah jenis penyakit pelunakan tulang pada anak-anak. Faktor utamanya tentu karena kekurangan vitamin D dan kalsium. Hal ini terjadi pada bayi yang tidak terpapar sinar matahari beserta ibunya. Sehingga pengaktifan vitamin D melalui kulit menjadi berkurang. Dan juga akibat sang ibu tidak mengkonsumsi susu formula yang banyak mengandung vitamin terutama vitamin D mengakibatkan kualitas ASI menjadi berkurang.

Jika memang sang ibu tidak mengkonsumsi susu formula karena takut akan dampak buruk susu pabrikan, harus tetap mengkonsumsi vitamin D. Bisa dari suplementasi vitamin D dengan kapsul atau dengan makan makanan yang mengandung vitamin D selain susu itu sendiri. Resiko anak-anak terserang penyakit ini adalah sampai usia 2 tahun. Sehingga sangat perlu memperhatikan gizi ibu hamil dan bayinya.

Parkinson

Penyakit ini menyerang sel saraf pada orang tua. Lantas seperti apa itu penyakit Parkinson? Penyakit ini mirip dengan stroke. Bedanya tentu Parkinson adalah gangguan motorik pada tubuh. Bukan seperti stroke yang total tidak bisa bergerak. Parkinson menyerang sebagian besar orang tua yang sudah berumur. Penyakit ini disebabkan karena kekurangan vitamin D. Karena semakin bertambahnya usia, pembentukan vitamin D oleh kulit dari sinar matahari. Karena jangan sampai kekurangan asupan makanan bervitamin D walau usia sudah menua.

Alzheimer

Penyakit ini mulai populer di abad 20 terutama di Negara maju. Penyakit ini menyerang sel otak dan membuatnya mengkerut dan mengecil. Penyakit ini menyerang orang tua dengan usia diatas 60 tahun. Biasanya bersamaan menyerang penderita penyakit kencing manis, hipertensi, kolesterol tinggi, dan biasanya ada faktor keturunan. Penyakit Alzheimer ini lebih mirip kepikunan. Untuk mencegahnya (walaupun sulit karena faktor usia), tetap bisa diberikan asupan suplemen vitamin seperti vitamin D dan vitamin E.

Back to Top