Penyakit Pellagra dan Vitamin B3

Pellagra biasanya terjadi di Negara berkembang dan miskin. Dimana di Negara tersebut masyarakat miskin tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi mereka yang seimbang. Seperti makan daging yang banyak mengandung vitamin B3 atau di negara maju pun yang mana kekurangan vitamin B3 disebabkan kebiasan buruk mengkonsumsi alkohol (minuman keras). Artikel ini akan membahas satu penyakit dimana pada saat seseorang kurang vitamin B3 yaitu pellagra.

Pengertian Penyakit Pellagra

Pellagra adalah penyakit dimana seseorang secara kronis kekurangan vitamin B3 pada makanan yang diasupnya. Disebabkan penurunan niasin atau tryptophan pada tubuh. Kemudian dimungkinkan adanya peningkatan leusin. Dimungkinkan juga terjadinya masalah pada metabolisme tubuh dan sindrom karsinoid, kekurangan asam amino juga menyebabkan diri kekurangan niasin.

Pellagra sendiri selain disebabkan kurangnya asupan vitamin B3 ke dalam tubuh, juga dapat disebabkan oleh tubuh sendiri (bawaan lahir) tidak mampu menyerap sari makanan dengan baik sejak kecil. Sehingga dapat mengalami defisiensi vitamin B3 dan mengalami pellagra.

Pellagra terbagi menjadi pellagra primer dan sekunder. Pellagra primer adalah pellagra yang terjadi karena tubuh tidak mengkonsumsi makanan bergizi serta sering meminum alkohol sedangkan pellagra sekunder terjadi karena tubuh tidak mampu menyerap vitamin B3 walaupun diasup banyak sekali makanan yang mengandung vitamin B3.

Pellagra ini biasanya menyerang tangan manusia. Dimana epidermis kulit mengalami penebalan. Sehingga tangan membesar dengan tangan seperti terbakar, kering, dan bersisik. Tanda iritasi pada kulit ini diakibatkan kulit mudah terluka dikarenakan pembuluh darah terus membesar diarteri tangan. Kulit pun akan mengalami mati rasa. Pellagra secara fisik ditandai demikian. Namun jika sampai terjadi pellagra biasanya tubuh mengalami masalah defisiensi vitamin lainnya sehingga penyakit lain pun datang menjangkiti penderita.

Tanda-tanda Penyakit Pellagra

Tanda-tanda penyakit pellagra antara lain yaitu tubuh menjadi memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap sinar matahari, adanya kecenderungan agresif, dermatitis, alopecia, busung, glossitis halus, badan merah menggempal, lesi kulit berwarna merah, seseorang jadi sulit tidur atau insomnia, tubuh menjadi lemah, mental mengalami kebingungan, ataksia, kelumpuhan bagian kaki, radang urat saraf tepi, diare, melebarnya cardiomyopathy, pada akhirnya kepikunan atau demensia. Tanda-tanda yang cukup banyak ini tentu bukan berarti seseorang harus mengalami itu semua baru dinyatakan terserang pellagra. Satu dua tanda saja seseorang bisa dikatakan sedang mengalami penyakit pellagra sehingga konsumsi vitamin B3 harus ditingkatkan agar tanda atau gejala lain tidak menyerang tubuh.

Kekurangan Vitamin B3 Sebabkan Pellagra

Pada normalnya, manusia membutuhkan vitamin B3 ini setidaknya 14-18 mcg setiap harinya (untuk orang dewasa). Jika seseorang mengalami pellagra, maka dipastikan setiap harinya kebutuhan normalnya terhadap asupan vitamin B3 tidak tercukupi karena nilai dosis yang tidak mencapai 20 mcg termasuk sedikit dibandingkan kebutuhan vitamin lainnya yang bisa mencapai 50-200 mcg setiap hari untuk pemenuhannya. Dengan artian jika seseorang tidak terpenuhi dosis standar yang dibutuhkan tubuh atau bahkan tidak sama sekali, jelas penyakit pellagra bisa menjadi ancaman. Pellagra primer sendiri dapat diatasi dalam dua hari sejak pengobatan dengan vitamin B3 serta mengurangi makanan berprotein. Namun untuk pellagra sekunder butuh penanganan lebih lanjut mengingat tubuh tidak dapat menyerap vitamin B3 secara oral.

Gejala Awal Kekurangan Vitamin B3

Gejala awalnya tentu seseorang akan merasakan diri kurang nafsu untuk makan dari kebutuhan biasanya. Saat kekurangan nafsu makan inilah tubuh mengalami defisiensi vitamin yang lainnya juga. Sehingga berat badan menurun dan disertai gejala awal yang lain. Gejala awal yang lain seperti lidah berlapis dan menjadi tebal, sariawan, kemudian gula darah menjadi rendah sehingga menyebabkan seseorang pusing, hingga sakit kepala. Kemudian jika gejala awal tidak segera ditangani maka akan terjadi gejala berikutnya seperti lesi pada kulit, anemia, disertai diare. Bahkan pada kasus lain seseorang akan mengalami masalah psikologisnya. Seperti pelupa yang sebelumnya tidak pernah, insomnia yang mana juga sebelumnya tidak pernah, mudah tersinggung, dan kegugupan yang berlebihan. Mengenali gejala awal juga dapat mencegah terjadinya gejala yang lebih buruk seperti penyakit pellagra.

Makanan Kaya Vitamin B3

Sebenarnya vitamin B3 tidaklah sulit ditemukan. Karena terdapat dibanyak sumber makanan alami. Dari daging, sayuran, sampai buah yang mengandung vitamin B3. Bahkan jika memenuhi kebutuhan makanan bergizi dengan baik, maka kebutuhan akan vitamin B3 juga akan terpenuhi. Lengkapi makanan sehat setiap hari dari 4 sehat 5 sempurna untuk memenuhi kebutuhan vitamin B3 harian. Makanan yang kaya akan vitamin B3 antara lain seperti jamur, daging ikan salmon, daging unggas seperti dada ayam, daging sapi, asparagus, buah mangga juga banyak mengandung vitamin B3. Sehingga mengkonsumsi makanan sehat semakin lengkap maka semakin mudah untuk mencegah penyakit pellagra.

Konsumsilah makanan sehat. Termasuk makanan yang mengandung vitamin B3. Kemudian dengan jelas cobalah untuk mengkonsultasikan ke dokter. Jika kesehatan tubuh Anda mengalami penurunan. Bisa jadi Anda telah banyak kekurangan vitamin B3 tanpa Anda sadari. Mengkonsumsi vitamin B3 juga boleh selama masih dalam takaran sumber makanan alami. Jikapun dengan suplemen vitamin, ada baiknya tidak dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang. Karena suplemen vitamin banyak mengandung zat kimia baik pewarna ataupun pengawet. Cegah penyakit pellagra di masyarakat kita khususnya diri kita sendiri.

Be the first to comment on "Penyakit Pellagra dan Vitamin B3"

Leave a comment