Penyakit Rabun Jauh Ada Obatnya? Cek Dulu Sebelum Mengobati!


Penyakit mata memang menjadi momok yang sulit dihindari. Jika Anda tahu, di jaman modern saat ini penyakit mata terutama rabun jauh atau miopi lebih sering menyerang anak-anak dan remaja daripada orang tuanya. Jadi ada anekdot, “kok bisa ya orang tuanya tidak pakai kacamata tapi anaknya pakai?” Atau “padahal jika orang tuanya pakai kacamata ya anaknya pakai juga itu wajar.” Nah, inilah beberapa asumsi yang beredar di masyarakat tentang rabun jauh atau penyakit mata lainnya. Padahal penyakit mata tidak diturunkan secara genetis dari orang tuanya. Tapi dikarenakan kurangnya asupan vitamin, kemudian kebiasaan buruk semasa muda.

Benarkah Kurang Vitamin A Menyebabkan Penyakit Mata?

Fakta yang salah berkembang dimasyarakat. Dimana penyakit mata terutama miopi atau rabun jauh banyak yang beranggapan karena kekurangan vitamin A. Padahal tidak. Perlu diketahui bahwa rabun jauh terjadi pada seseorang dikarenakan kelainan refraksi atau adanya pencembungan bola mata lebih dari normalnya. Misalnya saja, kebiasaan anak yang terlalu sering menonton televisi. Karena orang tuanya dulu sejak muda tidak terlalu mengenal apa itu televisi, sehingga orang tuanya tidak mengalami rabun jauh diusia muda. Tapi karena minimnya pengetahuan orang tua akan teknologi yaitu cara penggunaan yang baik dan benar, maka anak tidak dikontrol untuk melihat televisi, baik jaraknya maupun dengan durasi penggunaannya. Sehingga mata terbiasa lelah menatap layar televisi.

Ini terjadi juga dengan penggunaan teknologi lain. Semisal yaitu handphone, laptop, tablet, dan perangkat elektronik yang memancarkan radiasi pada mata. Akhirnya kebiasaan yang terlalu sering dengan teknologi menyebabkan anak tidak mampu menggunakannya dengan tepat. Bagaimana mengatasi hal ini?

Cegah, Kontrol, dan Obati dengan Cara yang Tepat

Lalu banyak juga yang mengaku-ngaku dapat melakukan penyembuhan rabun jauh ini dengan berbagai metode selain metode kedokteran. Ingat, bahwa metode selain kedokteran tidak diuji secara valid kebenarannya. Jikapun ada beberapa orang yang sembuh, prosentasenya tidak dapat dipertanggung jawabkan. Dengan metode alternatif, herbal, bisa dilakukan, namun tidak diupayakan untuk mengobati. Tapi mencegah saja. Tubuh memang kekurangan vitamin, setiap hari. Cenderung begitu oleh karena itu, konsumsi vitamin A rutin dapat setidaknya mengurangi kecenderungan terjadinya miopi terlalu parah.

Tentu perlu juga mengurangi kebiasaan menonton televisi, atau perangkat elektronik lainnya terlalu sering. Kemudian, pengobatan lainnya tentu dapat menggunakan kaca mata minus, lensa kontak, kemudian juga operasi. Operasi mata pun dibedakan menjadi 2 yaitu bedah refraktif kornea dan juga bedah refraktif lensa. Perlu diketahui untuk bedah operasi ini tentu ada efek sampingnya juga. Walaupun tingkat keberhasilannya tentu hampir selalu diatas 90%. Bahkan pada beberapa kasus, bedah operasi mata ini dapat menghilangkan penyakit rabun jauh seseorang secara total.

Tindakan tepat yaitu, kontrol mata. Itu pertama yang harus Anda lakukan. Kontrol mata, layaknya kontrol gigi Anda, setiap 6 bulan sekali. Karena dengan begitu, Anda bisa melihat perkembangan dari fisik Anda. Namun Anda tetap bisa menempuh medical check up selama ingin mengetahui kondisi kesehatan Anda. Periksakan mata Anda. Jangan mudah percaya selalu ada terobosan terbaru pengobatan mata terutama rabun jauh. Kalaupun ada, setidaknya ada lebih banyak bukti mereka yang telah sembuh menggunakan pengobatan,obat,metode tersebut. Cek dulu sebelum berobat, cek dulu sebelum Anda mendapatkan resiko yang lebih besar nantinya. Konsumsi vitamin A atau retinol perlu untuk kesehatan, selebihnya untuk kesehatan mata adalah keuntungan yang bisa Anda dapatkan secara alami. Namun bukan sebagai pengobatan.

More from Vitamin A - Retinol
Back to Top