Sejarah Vitamin


Susunan Makanan

Pada sekitar awal abad ke-19, para ilmuwan yang mulai melakukan percobaan terhadap binatang-binatang dengan menggunakan bahan pangan murni beranggapan bahwa susunan makanan yang terdiri dari karbohidrat, lemak, protein, dan mineral sudah cukup. Kenyataannya, dengan mengkonsumsi sumber pangan murni dari keempat susunan makanan itu tidak menjadikan binatang percobaan memiliki pertumbuhan dan kesehatan yang memuaskan. Susunan makanan itu masih memerlukan zat gizi lain yang pada saat itu belum diketahui.

Penyakit Beri-beri Mewabah

Pada abad yang sama, ditemukan ditemukan penyakit beri-beri secara epidemis di Jepang, Cina, dan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Takaki (1906) menunjukkan bahwa penyakit beri-beri yang dialami para pelaut Jepang bisa dikurangi dengan mengganti sebagian nasi putih yang mereka makan dengan roti yang bahan dasarnya dari gandum.

Asal Mula Nama Vitamin

Eykman (1897) di Jakarta (waktu itu masih Batavia) melakukan pengamatan terhadap ayam yang memakan sisa-sisa nasi putih dari penjara akan mengalami kelemahan yang berat. Dan kemudian Cashimir Funk di Polandia dalam upaya menyembuhkan penyakit beri-beri berhasil mengisolasi faktor anti beri-beri dari dedak beras. Funk kemudian menyimpulkan bahwa penyakit beri-beri disebabkan oleh kekurangan suatu zat dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Zat ini dibutuhkan untuk hidup (vita) dan memiliki kandungan nitrogen (amine). Oleh sebab itu Funk menamakan zat ini dengan vitamine.

Penelitian selanjutnya menemukan bahwa ternyata zat esensial yang dinamai vitamine oleh Cashimir Funk ternyata tidak selamanya mengandung unsur nitrogen (N). Sehingga nama vitamine banyak ditentang oleh para ilmuan setelahnya. Sehingga nama vitamine diubah menjadi vitamin dengan membuang huruf e-nya. Perubahan sederhana itu sekedar untuk menghilangkan akar kata anime karena sulit untuk mengganti dengan nama yang sama sekali baru karena nama ini telah memasyarakat di kalangan ilmuwan.

Itulah sejarah singkat dari vitamin yang bermula dari munculnya penyakit beri-beri sebagai penyakit yang menyebar ke banyak belahan dunia.

More from Vitamin & Mineral
Back to Top