WIKIVITAMIN.COM

informasi, berita, dan isu kesehatan seputar vitamin & mineral

Vitamin B1, Beras Putih, dan Penyakit Beri-beri


Kekurangan vitamin B1 memang bisa saja terjadi pada masyarakat Indonesia. Kemungkinan besar terjadi pada mereka yang kesulitan pemenuhan gizi baiknya sedari balita. Biasanya terdapat di daerah pelosok Indonesia maupun di daerah yang tidak mendapatkan bantuan rutin pemerintah terhadap sumber makanan bergizi sehingga mengalami gizi buruk. Gizi buruk erat kaitannya dengan penyakit beri-beri. Karena penyakit ini datang dan menyerang seseorang saat mereka kekurangan vitamin B1.

Apa Itu Penyakit Beri-beri?

Di artikel ini kita akan membahas lebih jauh tentang penyakit beri-beri. Apa itu penyakit beri-beri? Penyakit ini ditemukan pada awal tahun 1900an. Karena peperangan yang berkepanjangan menyebabkan sumber makanan alami dan bermanfaat sulit ditemukan sehingga penyakit beri-beri pun muncul. Penyakit dinamai beri-beri dikarenakan saat seseorang terkena penyakit ini, maka jalannya akan seperti biri-biri. Dimana terdapat gangguan motorik akibat polineuritis. Beri-beri pun terjadi saat suatu masyarakat kekurangan konsumsi vitamin B1 yang mana sangat mudah ditemukan di makanan pokok berupa beras putih yang diolah menjadi nasi.

Beri-beri sendiri terdapat 3 jenis penyakitnya. Yaitu beri-beri kering, beri-beri basah, beri-beri jantung. Beri-beri kering ditandai dengan kaki penderita mengalami tebal dan kesemutan kemudian lelah dan lemas. Bahkan muncul cara jalan yang salah yaitu berjalan seperti ayam. Beri-beri kering juga yang mampu mengakibatkan kematian pada penderitanya. Kemudian beri-beri basah ditandai dengan adanya pembengkakan di kaki, tungkai, bahkan di wajah dan anggota tubuh lainnya. Pembengkakan ini berisi cairan yang mana ternyata jika ditekan tidak dapat segera kembali dan merasakan sakit. Terakhir adalah beri-beri jantung ditandai dengan sesak nafas dan jantung berdebar-debar saat menjalankan aktivitas. Beri-beri jantung juga memiliki resiko kematian jika tidak segera diatasi.

Kekurangan Vitamin B1 (Thiamin) dan Penyakit Beri-beri

Apa kekurangan vitamin B1 secara langsung dapat menyebabkan penyakit beri-beri? Ya, pada abad 19 di Indonesia banyak yang mengkonsumsi beras giling yang ternyata kandungan gizi thiamin atau vitamin B1-nya sangat rendah. Belum lagi di sebagian daerah, beras putih sulit didapatkan. Karena beras yang ditumbuk atau bagian dedaknya itu yang banyak mengandung vitamin B1. Pada padi gilingan, kulit ari beras ini hilang, karena kulit ari juga yang banyak mengandung vitamin B1.

Saat tubuh kekurangan vitamin B1, maka tubuh akan sering mengalami lemas dan tidak bertenaga. Berat badan bisa menurun drastis dan tidak normal. Sehingga memicu timbulnya penyakit beri-beri ini. Bisa juga timbul sejak bayi. Dikarenakan sang ibu tidak mengkonsumsi cukup makanan bergizi, terutama beras tumbuh ataupun makanan nabati dan hewani lainnya, sehingga sang ibu kekurangan vitamin B1. Saat menyusui, bayi pun akan mengalami kekurangan vitamin B1 sehingga penyakit beri-beri ini menyerang si bayi juga. Untuk itu memenuhi kebutuhan makanan bergizi penting agar terhindar segala macam penyakit sejak usia dini.

Gejala Penyakit Beri-beri

Penyakit beri-beri juga ditandai dengan gejala-gejala tertentu. Gejala-gejala penyakit beri-beri adalah,

  • Nafsu makan sangat berkurang. Dikarenakan tubuh tidak bersemangat dan lemas.
  • Tungkai lekas capai bila berdiri atau berjalan yang agak lama. Karena vitamin B1 juga mengkonversi karbohidrat menjadi energi, dan ini tidak terjadi.
  • Kaki kemudian tangan terasa kesemutan dan lemas serta urat pada betis terasa sakit dan sulit kalau hendak berjalan. Lalu juga tumit pada kaki terasa pegal.
  • Kaki kelihatan bengkak, dan kalau ditekan terjadilah lekukan yang sulit kembali dan akan terasa sakit.

Dari gejala-gejala itu perlu diperhatikan agar segera dipahami bahwa gejala itu merupakan gejala seseorang terkena penyakit beri-beri. Karena mengenal gejalanya penting untuk segera mengobatinya nanti sebelum terjadi akibat yang lebih buruk dari penyakit ini.

Kebutuhan Harian Vitamin B1

Kebutuhan vitamin B1 harian untuk pria berkisar antara 1,1 mcg dan untuk wanita berkisar antara 1,4 mcg itu untuk dosis orang dewasa. Untuk anak-anak dan remaja tentu tinggal Anda kurangi saja dosisnya. Berhubung kita tidak bisa secara pasti menghitung dosisnya setiap hari maka ada baiknya mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin B1 secara rutin misalnya, mengkonsumsi daging baik daging sapi atau kambing terutama jeroan. Karena mengandung lebih banyak vitamin B1 dibandingkan sumber makanan lainnya. Lalu mengkonsumsi telur, ikan, kemudian untuk sumber nabati mengkonsumsi kacang polong dan kacang hijau. Untuk buah-buahan tentu mengkonsumsi nanas, jeruk, lalu ada anggur dan semangka. Sedangkan sayuran juga bisa dikonsumsi yaitu asparagus, bayam dan terong. Karena vitamin B1 ini banyak terdapat pada makanan seharusnya pemenuhannya pun saat ini tidaklah sulit.

Manfaat dan Kandungan Beras Putih

Mengetahui lebih jauh tentang beras putih, manfaat dan kandungannya. Karena beras putih ini beras yang sering dikonsumsi di Indonesia. Dalam beras biasanya mengandung pati sekitar 80% lalu sisanya protein, vitamin, mineral dan air. Walaupun beras juga ternyata bermacam-macam warnanya tidak hanya putih. Ada beras merah, hitam, coklat. Beras putih ini mengandung sedikit aleuron, warna endospresmia, dan komposisi patinya. Sehingga bermanfaat untuk pemenuhan karbohidrat yang mana juga mengandung vitamin B1. Sehingga karbohidrat ini bisa cepat diurai menjadi tenaga.

More from Vitamin B1 - Thiamin
Back to Top