Vitamin untuk Ibu Hamil

Ibu hamil harus mengkonsumsi makanan yang mengandung berbagai jenis zat gizi seperti protein, karbohidrat, vitamin, mineral, dan lemak. Dari sini anda harus mendapatkan nutrisi dan vitamin untuk ibu hamil yang tepat untuk kesehatan dan perkembangan janin.

Diet seimbang yang terbaik adalah dari makanan alami, akan tetapi suplemen vitamin juga bisa bermanfaat. Ibu hamil mestinya hanya mengkonsumsi suplemen vitamin di bawah anjuran dokter. Suplemen bukan pengganti nutrisi alami, justru harus dipastikan bahwa ibu hamil mendapatkan nutrisi harian dari sumber makanan alami yang cukup. Suplemen vitamin bekerja dengan baik jika dipadukan dengan diet makanan sehat dan tidak dijadikan sebagai pengganti sumber nutrisi alami.

Vitamin-vitamin untuk Ibu Hamil

vitamin untuk ibu hamil

ibu hamil membutuhkan vitamin dan mineral lebih banyak image courtesy of jomphong/ freedigitalphotos.net

Vitamin yang identik dengan ibu hamil adalah asam folat atau vitamin B9. Akan tetapi, selain asam folat, ibu hamil juga membutuhkan jenis vitamin dan nutrisi lainnya. berikut jenis-jenis vitamin untuk ibu hamil.

Vitamin A dan Beta Karoten

Ibu hamil membutuhkan vitamin A (Beta Karoten) sebanyak 770 mg perhari. Vitamin untuk ibu hamil ini berperan untuk membantu pertumbuhan tulang dan gigi. Vitamin A bisa ditemukan pada hati, susu, telur, wortel, bayam, sayuran hijau, brokoli, kentang, labu, buah-buahan berwarna kuning, dan belewa.

Vitamin D

Vitamin Ibu Hamil yang satu ini dibutuhkan hanya 5 mcg perhari. Bagi ibu hamil vitamin D berfungsi untuk mengatur kalsium dan fosfor dalam tubuh, membantu penguatan tulang dan gigi. Vitamin D bisa ditemukan pada susu, lemak ikan, dan sinar matahari.

Vitamin E

Vitamin E untuk ibu hamil dibutuhkan 15mg perhari. Vitamin ini membantu tubuh dalam pembentukan dan pengaturan sel darah merah dan otot. Vitamin E bisa ditemukan pada minyak sayur, gandum, kacang-kacangan, bayam, dan sereal fortifikasi.

Vitamin C

Bagi ibu hamil, vitamin C ini dibutuhkan 80-85 mg perhari. Vitamin C ini berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi jaringan dari kerusakan dan membantu tubuh menyerap zat besi, dan membangun sistem imun yang sehat.

Vitamin ini bisa ditemukan pada buah sitrus, paprika, kacang buncis, stroberi, pepaya, kentang, brokoli dan tomat.

Thiamin (Vitamin B1)

Ibu hamil membutuhkan vitamin B1 1,4mg perhari. Vitamin ini berfungsi untuk meningkatkan level energi dan mengatur sistem saraf. Vitamin B1 atau thiamin bisa didapatkan pada gandum utuh, sereal fortifikasi, daging organ, telur, nasi, pasta, kacang-kacangan, dan kacang polong.

Riboflavin (Vitamin B2)

Riboflavin atau vitamin B2 dibutuhkan oleh ibu hamil 1,4mg perhari. Riboflavin berfungsi untuk mempertahankan energi, penglihatan, dan kesehatan kulit.

Vitamin ini bisa diperoleh dari daging, daging unggas, ikan, produk susu, sereal fortifikasi, dan telur.

Niasin (Vitamin B3)

Ibu hamil membutuhkan niasin (vitamin B3) 18mg perhari. Niasin berfungsi untuk meningkatkan kesehatan kulit, saraf, dan pencernaan. Vitamin ini bisa didapatkan pada makanan tinggi protein, roti dan sereal fortifikasi, daging, ikan, susu, telur, dan kacang tanah.

Piridoksin (Vitamin B6)

Vitamin ini dibutuhkan sebesar 1,9mg perhari oleh ibu hamil. Piridoksin (B6) berfungsi membantu pembentukan sel darah merah, dan membantu mengatasi morning sickness. 

Vitamin ini bisa diperoleh dari ayam, ikan, hati, telur, kedelai, wortel, kubis, melon, kacang polong, bayam, gandum, biji bunga matahari, pisang, kacang-kacangan, brokoli, beras merah, dan kacang tanah.

Asam Folat (Vitamin B9)

Asam folat atau vitamin B9 dibutuhkan oleh ibu hamil 600mcg setiap harinya. Vitamin ini berfungsi membantu menguatkan plasenta, dan mencegah cacat tabung saraf termasuk spina bifida.

Asam folat bisa ditemukan pada jeruk, jus jeruk, stroberi, sayuran hijau, bayam, brokoli, kembang kol, sereal fortifikasi, kacang polong, pasta, dan kacang-kacangan. Anda bisa juga membaca artikel yang membahas lebih mendalam tentang makanan yang banyak mengandung asam folat.

Selain vitamin, ibu hamil juga membutuhkan mineral lain untuk menunjang kesehatan kehamilannya. Berikut mineral non vitamin yang dibutuhkan ibu hamil.

Kalsium

Ibu hamil membutuhkan kalsium 1.000 – 1.3000 mg perhari. Kalsium berfungsi untuk membentuk tulang dan gigi yang kuat, membantu mencegah terjadinya pembekuan darah, dan membantu fungsi otot dan saraf.

Kalsium bisa diperoleh dari yogurt, susu, cheddar cheese (keju); makanan fortifikasi seperti: susu kedelai, jus, roti, sereal; sayur daun hijau gelap, dan ikan kaleng bertulang.

Zat Besi

Zat besi dibutuhkan ibu hamil 27mg perhari. Zat gizi ini berfungsi untuk membantu pembentukan hemoglobin; mencegah anemia, berat lahir rendah, dan kelahiran prematur. Zat besi bisa didapatkan pada daging sapi, kubis kering, bayam, buah kering.

Protein

Protein dibutuhkan ibu hamil 71mg perharinya. Zat gizi ini berfungsi untuk membantu pembentuikan asam amino, dan perbaikan sel. Protein bisa ditemukan pada sebagian besar makanan dari sumber hewani, daging, daging unggas, telur, produk susu, buncis, kacang polong, dan kacang-kacangan.

Seng (Zn)

Ibu hamil membutuhkan seng 11-12 mg perhari. Nutrisi ini berfungsi membantu produksi insulin dan enzim. Seng bisa didapatkan dari daging merah, daging unggas, buncis, kacang-kacangan, gandum utuh, sereal fortifikasi, tiram, dan produk susu.

Jika Anda bingung dengan banyaknya vitamin dan mineral yang dibutuhkan ibu hamil, fokuslah pada Vitamin dan Mineral yang paling esensial

Vitamin dan Mineral Paling Esensial untuk Ibu Hamil

Ada 5 vitamin dan mineral yang paling perlu diperhatian untuk ibu hamil. Nutrisi ini mencakup asam folat, kalsium, vitamin D, protein, dan zat besi.

  • Asam Folat: membantu mencegah bayi lahir cacat.
  • Kalsium: menguatkan tulang ibu dan bayi.
  • Vitamin D: membantu membangun tulang dan gigi janin.
  • Protein: memiliki fungsi yang krusial untuk membantu pertumbuhan janin.
  • Zat besi: Zat besi diperlukan oleh tubuh untuk diubah menjadi sel darah merah (hemoglobin) yang kebutuhannya meningkat dua kali lipat.

Itulah jenis-jenis mineral dan vitamin untuk ibu hamil agar kesehatan kehamilannya bisa tetap optimal.